Konten dari Pengguna

Ciri Fisik Ikan Mujair yang Mudah Dikenali dan Karakteristik Lainnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ikan mujair. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ikan mujair. Foto: Unsplash

Ikan mujair merupakan salah satu ikan air tawar yang cukup populer. Ciri fisik ikan mujair dapat dikenali dengan mudah karena bentuk dan warnanya yang khas. Ada beberapa jenis ikan mujair yang umum dijumpai sehari-hari, antara lain mujair biasa, mujair merah, dan mujair albino. Supaya dapat mengetahuinya lebih jelasnya, simak pembahasan berikut mengenai karakteristik utama ikan mujair.

Daftar isi

1. Bentuk Tubuh yang Pipih

Menurut buku Aneka Ragam Ikan Air Laut dan Air Tawar karya Edi Suwasono, ikan mujair memiliki tubuh berbentuk pipih dengan panjang maksimum bisa mencapai 40 cm. Mulutnya berukuran sedang, dilengkapi gigi-gigi halus yang membantu mengunyah makanan. Ciri lain yang bisa diperhatikan adalah garus rusuk yang tidak sempurna atau terputus menjadi dua bagian.

2. Jumlah Sisik

Berdasarkan buku Panduan Lengkap Budi Daya Ikan dan Sayuran dengan Sistem Akuaponik karya Cahyo Saparinto dan Rini Susiana, ikan mujair memiliki sisik berukuran kecil dengan tipe sisik sisir (ctenoid). Jumlah sisiknya di garis rusuk bagian atas berkisar antara 18–21 buah, sedangkan pada garis rusuk bagian bawah terdapat 10–15 buah.

3. Warna Tubuh Ikan Mujair

Warna tubuh ikan mujair bisa bervariasi, bergantung pada habitat dan lingkungannya. Secara umum, mujair memiliki warna tubuh hitam, keabu-abuan, hingga cokelat. Pada beberapa ikan, terdapat warna kekuningan di bagian dagu bawah yang menjadi ciri khasnya.

4. Habitat Asli Mujair

Mengutip laman Animal – Online Animals Encyclopedia, mujair (Oreochromis mozambicus) berasal dari kawasan air tawar dan payau di tenggara Afrika, meliputi Mozambik, Malawi, Zambia, Zimbabwe, hingga Sungai di Provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan. Seiring waktu, ikan mujair banyak diperkenalkan ke berbagai wilayah lain di seluruh dunia. Mujair terkenal mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan apa pun. Mereka dapat hidup di sungai kecil, rawa, tambak, bahkan di perairan yang banyak ditumbuhi tanaman.

5. Pola Makanan

Mujair tergolong ikan omnivora dengan nafsu makan tinggi. Saat masih kecil, mujair biasanya memakan plankton dan hewan renik. Ketika dewasa, makanannya lebih beragam, mulai dari lumut, daun, cacing, serangga kecil, udang renik, hingga ikan kecil. Dalam sistem pemeliharaan atau budidaya, mujair bisa diberi pakan alami seperti kangkung, kubis, atau wortel dapat dijadikan pakan, ditambah dengan pelet sebagai asupan nutrisi tambahan.

5. Cara Berkembang Biak

Mengutip laman Petsmart.org, mujair memiliki cara berkembang biak yang unik. Setelah proses pembuahan, ikan betina akan menyimpan telur di dalam mulutnya hingga menetas. Proses ini disebut pengeraman mulut (mouthbrooding) dan biasanya berlangsung sekitar satu minggu. Setelah telur menetas, induk betina tetap melindungi anak-anak mujair di dalam mulutnya selama beberapa hari ke depan untuk melindungi anak dari ancaman predator di lingkungan perairan.

Baca Juga: Ikan yang Bisa Terbang: Karakteristik, Habitat, dan Jenisnya

(SA)