Ikan yang Bisa Terbang: Karakteristik, Habitat, dan Jenisnya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ikan yang bisa terbang (flying fish) termasuk dalam famili Exocoetidae. Spesies ini memiliki sirip dada yang termodifikasi hingga menyerupai sayap. Meski disebut ikan terbang, sebenarnya mereka tidak benar-benar terbang seperti burung. Julukan tersebut muncul karena kemampuannya meluncur di udara setelah meloncat keluar dari air dengan kecepatan tinggi. Untuk lebih jelasnya, simak karakteristik ikan terbang pada uraian berikut.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Fungsi Kemampuan Terbang bagi Ikan
Menurut laman ScienceABC, kemampuan meluncur ikan terbang berkembang sebagai strategi untuk menghindari predator yang jumlahnya cukup banyak. Musuh alaminya antara lain makarel, tuna, ikan todak, marlin, hingga predator besar lainnya. Namun, saat sudah melayang di udara, mereka justru berisiko menjadi mangsa bagi burung.
2. Karakteristik Ikan yang Bisa Terbang
Ikan terbang memiliki sejumlah ciri khas. Mengutip laman National Wildlife Federation, berikut beberapa karakteristiknya.
Sirip dada menyerupai sayap, digunakan untuk meluncur, dan terletak di dekat kepala. Saat berenang, sirip ini tetap menempel di sisi tubuh.
Tubuh ramping untuk mengurangi hambatan air ketika melompat, dengan ekor bercabang tidak rata.
Spesies ikan terbang dapat tumbuh hingga 45 cm dengan berat sekitar 900 gram.
Mampu meluncur hampir 200 meter, bahkan ketinggian mencapai 1 meter di atas permukaan laut.
Bisa bergerak dengan kecepatan lebih dari 56 km/jam.
3. Habitat Ikan Terbang
Menurut laman Deep Sea World, ikan terbang biasanya ditemukan di perairan tropis dan subtropis, khususnya di Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia. Mereka lebih sering menghuni lautan terbuka, meski beberapa spesies memilih tinggal di sekitar terumbu karang bersama ikan badut dan surgeonfish.
4. Makanan Ikan Terbang
Ikan terbang tergolong omnivora, artinya mereka memakan berbagai jenis makanan yang ada di laut. Namun, sebagian besar makanan utama mereka adalah plankton kecil. Mereka juga dapat memangsa krustasea berukuran kecil.
5. Rasa Ikan Terbang
Ikan terbang dapat dijadikan berbagai olahan menu yang lezat. Mengutip laman Food and Agriculture Organition of The United Nations, daging ikan terbang memiliki cita rasa asin-manis, agak berminyak, dan kaya fosfolipid. Senyawa ini baik untuk kesehatan jantung dan hati. Ikan ini banyak dikonsumsi di wilayah tropis dan subtropis, misalnya:
Di Jepang, telurnya dikenal dengan nama tobiko, populer sebagai topping sushi.
Di Barbados, ikan terbang bahkan dijadikan simbol nasional.
6. Jenis Ikan yang Bisa Terbang
Setidaknya ada lebih dari 40 spesies ikan terbang yang telah diketahui. Berdasarkan laman FishBase, berikut beberapa jenis ikan yang populer:
Cheilopogon arcticeps, dikenal sebagai ikan terbang mata besar yang banyak ditemukan Pasifik Barat seperti Laut Cina Selatan, Vietnam, Thailand, Indonesia, hingga Kepulauan Solomon.
Cheilopogon atrisignis, dikenal sebagai Jenkins flying fish dari berbagai perairan Indo-Pasifik.
Cypselurus simus, juga dikenal sebagai ikan terbang berhidung pendek (short-nosed flyingfish), Ikan ini menghuni wilayah Pasifik Tengah dan Timur.
Exocoetus obtusirostris, dikenal sebagai two-wing flying fish yang ditemukan di Samudra Atlantik dan Pasifik.
Exocoetus volitans, dikenal umumnya dikenal sebagai ikan terbang tropis bersayap dua atau ikan terbang biru. Ditemukan di zona tropis dan subtropis di seluruh samudra di dunia.
Parexocoetus brachypterus, dikenal sebagai sailfin flying fish yang tersebar di Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia.
Baca Juga: Perbedaan Cumi dan Sotong dari Segi Tampilan hingga Habitatnya
(SA)
