Konten dari Pengguna

Perbedaan Cumi dan Sotong dari Segi Tampilan hingga Habitatnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cumi-cumi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cumi-cumi. Foto: Unsplash

Cumi-cumi dan sotong merupakan hewan laut bertubuh lunak yang banyak dijadikan sebagai olahan makanan. Keduanya masih berkerabat dekat karena sama-sama termasuk dalam kelas Cephalopoda. Sekilas terlihat mirip, namun sebenarnya perbedaan cumi dan sotong cukup mencolok, mulai dari bentuk tubuh, cangkang, warna kulit, hingga habitat tempat tinggalnya. Cari tahu penjelasan selengkapnya pada uraian di bawah ini.

1. Perbedaan Bentuk Tubuh

Cumi-cumi (Loligo sp.) dan sotong (Sepia sp.) sama-sama memiliki tubuh memanjang, mata besar, serta tentakel. Namun, berdasarkan laman Ocean Conservancy, ada perbedaan fisik yang cukup jelas, yaitu:

  • Cumi-cumi: Tubuh lebih panjang dengan sirip berbentuk belah ketupat. Struktur tubuhnya ramping menyerupai torpedo, dengan ukuran yang bervariasi.

  • Sotong: Tubuh lebih pendek dan agak bulat, dengan sirip yang melingkari hampir seluruh badan. Sotong juga memiliki pupil berbentuk huruf W yang khas.

2. Perbedaan Cangkang

Baik cumi maupun sotong sama-sama memiliki cangkang dari zat kapur, tetapi strukturnya berbeda. Dalam buku Diversifikasi Produk Olahan Hasil Perikanan Laut oleh Rizky Muliani Dwi Ujianti dan Iffah Muflihat, dijelaskan bahwa:

  • Cumi-cumi: Memiliki cangkang dalam tipis yang disebut pen, berupa batok agak lunak.

  • Sotong: Memiliki cangkang internal keras berpori yang dikenal sebagai tulang sotong (cuttlebone). Tulang ini berfungsi membantu sotong tetap mengapung di dalam air.

3. Perbedaan Warna Kulit

Mengutip laman Smithsonian Ocean, baik cumi maupun sotong bisa mengubah warna kulitnya berkat kromatofora yang berada di bawah permukaan kulit. Setiap kromatofora berisi kantung elastis penuh pigmen berwarna hitam, cokelat, merah, oranye, atau kuning. Bedanya:

  • Cumi-cumi: Kulit cenderung lebih transparan dan dapat berubah warna dengan cepat untuk komunikasi maupun kamuflase.

  • Sotong: Umumnya berwarna cokelat atau kuning kecokelatan dengan pola garis di bagian punggung.

4. Perbedaan Habitat di Laut

Menurut buku Diversifikasi dan Pengembangan Produk Hasil Perikanan oleh Novi Luthfiyana dkk, habitat cumi dan sotong berbeda:

  • Cumi-cumi: Umumnya mendiami daerah demersal (dasar perairan) atau semi-pelagis (hingga kedalaman 400 m). Mereka cenderung berkelompok di dasar laut pada di siang hari, sedangkan malam hari menyebar ke kolom perairan untuk mencari makan atau menghindari predator.

  • Sotong: Banyak ditemukan di teluk atau laut terbuka, meski ada pula sotong yang hidup di laut dalam.

5. Perbedaan Tinta yang Dihasilkan

Baik cumi maupun sotong menggunakan tinta sebagai mekanisme pertahanan diri. Perbedannya terletak pada tingkat kepekatan warna yang dihasilkan, yaitu:

  • Cumi-cumi: Mengeluarkan cairan tinta berwarna gelap ketika merasa terancam.

  • Sotong: Juga menyemprotkan tinta, namun warnanya cenderung lebih hitam pekat dibanding cumi.

Baca Juga: Kura-Kura Berkembang Biak dengan Cara Apa? Begini Tahapannya

(SA)