Kura-Kura Berkembang Biak dengan Cara Apa? Begini Tahapannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kura-kura berkembang biak dengan cara bertelur atau disebut juga ovipar. Di habitat alaminya, kura-kura betina akan menghasilkan telur yang disembunyikan di dalam timbunan pasir. Telur tersebut membutuhkan waktu tertentu untuk menetas hingga menjadi anak kura-kura. Untuk memahaminya lebih jelas, simak tahapan perkembangbiakan kura-kura pada uraian di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Proses Perkawinan Kura-kura
Perkawinan kura-kura diawali dengan perilaku jantan yang biasanya lebih aktif dalam mendekati betina. Menurut laman PetMD, kura-kura jantan akan melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian, seperti mengelus wajah dan leher betina dengan cakar depannya. Ritual ini bisa berlangsung berulang kali hingga betina memberi sinyal siap kawin dengan berenang ke dasar air.
2. Proses Bertelur Kura-kura
Setelah proses perkawinan berhasil, kura-kura betina akan mencari tempat yang aman untuk meletakkan telurnya. Umumnya, mereka memilih area darat atau pantai yang hangat. Proses bertelur kura-kura, antara lain sebagai berikut:
Kura-kura betina menggali lubang di tanah atau pasir menggunakan kaki belakangnya.
Telur-telur ditempatkan di dalam sarang, biasanya di area pantai yang lebih hangat.
Setelah bertelur, kura-kura betina menutup kembali lubang sarang tersebut dengan pasir dan meratakan sekitarnya agar tidak mudah terdeteksi predator.
Usai menutup sarang, betina langsung kembali ke air dan tidak lagi menjaga telurnya.
Kura-kura betina mampu menyimpan sperma di dalam oviduk atau tuba fallopi selama bertahun-tahun. Dengan cara ini, kura-kura bisa tiga kali bertelur dari satu kali perkawinan. Banyak kura-kura betina yang bisa bertelur lebih dari sekali dalam setahun.
3. Masa Inkubasi Telur Kura-kura
Masa inkubasi telur kura-kura umumnya berlangsung antara 45 hingga 65 hari atau bisa lebih panjang, bergantung pada kondisi suhu. Suhu yang hangat akan mempercepat perkembangannya, sedangkan suhu lebih dingin akan memperlambatnya. Menurut laman National Ocean Service, suhu pasir juga berpengaruh pada jenis kelamin anak kura-kura. Fenomena ini disebut dengan Temperature-Dependent Sex Determination (TSD):
Pasir dengan suhu lebih dingin cenderung menghasilkan lebih banyak anak kura-kura jantan.
Pasir dengan suhu lebih hangat cenderung menghasilkan lebih banyak anak kura-kura betina.
4. Anak Kura-kura Menetas
Seperti dijelaskan dalam laman The State of The World's Sea Turtles, saat tiba waktunya, anak kura-kura atau tukik akan memecahkan cangkang telur dengan gigi telur (egg tooth) yang mereka miliki. Bayi kura-kura yang baru menetas biasanya masih memiliki kantung kuning telur kecil yang menonjol dari bagian bawah cangkangnya (plastron). Kantung ini dibiarkan tetap utuh agar bisa diserap ke dalam tubuh bayi. Kantung tersebut menyediakan cadangan nutrisi penting untuk beberapa hari pertama kehidupannya.
Baca Juga: Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis pada Tumbuhan dan Hewan
(SA)
