Konten dari Pengguna

3 Teori Terbentuknya Alam Semesta Menurut Para Ilmuwan

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alam semesta. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alam semesta. Foto: Pexels

Alam semesta yang dikenal saat ini diyakini terbentuk melalui proses yang sangat panjang sejak miliaran tahun yang lalu. Untuk menjelaskan awal mula terjadinya, para ilmuwan telah mengemukakan sejumlah teori terbentuknya alam semesta dengan pendekatan yang berbeda-beda. Artikel ini akan membahas secara lengkap beberapa teori utama mengenai terbentuknya alam semesta yang menarik untuk dipahami.

1. Teori Big Bang

Teori yang diterima secara luas untuk menggambarkan proses kelahiran alam semesta adalah Teori Letusan Besar (Big Bang). Menurut laman NASA Space Place, gagasan teori ini pertama kali dikemukakan oleh Georges Lemaître pada tahun 1920-an. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta bermula dari sebuah titik tunggal yang dengan kepadatan dan panas yang tak terhingga. Titik tersebut kemudian meledak hebat lalu menghasilkan partikel kecil yang membentuk atom. Seiring waktu, atom-atom tersebut berkumpul membentuk bintang, planet, asteroid, dan benda langit lainnya.

2. Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory)

Teori ini dikemukakan pada tahun 1948 oleh ilmuan Inggris Sir Hermann Bondi, Thomas Gold, dan Sir Fred Hoyle. Teori ini menentang Big Bang dengan menyatakan bahwa alam semesta tidak memiliki awal dan akhir. Teori keadaan tetap mengamsusikan materi baru terus tercipta sepanjang waktu dalam angkasa membentuk galaksi baru dan menggantikan galaksi lama. Menurut pandangan ini, semesta selalu ada dalam kondisi tetap meski terus mengembang, karena materi baru diyakini terbentuk untuk menjaga kerapatan rata-rata alam semesta.

3. Teori Model Osilasi (The Oscillating Universe Theory)

Menurut buku Geografi: Menyingkap Fenomena Geosfer untuk Kelas X karya Ahmad Yani dan Mamat Ruhimat, teori ini memberikan gambaran bahwa alam semesta tidak bersifat konstan, melainkan terus mengalami ekspansi. Teori yang diperkenalkan oleh ilmuwan Rusia, A. Friedmann ini menjelaskan bahwa semesta dimulai dengan ledakan besar (Big Bang), kemudian perlahan menyusut karena pengaruh gravitasi hingga mengempis (collapse) dan menggumpal kembali dengan kepadatan serta suhu yang sangat tinggi. Dari kondisi itu terjadi dentuman besar berikutnya, yang memulai kembali fase ekspansi. Proses ini diperkirakan berlangsung berulang-ulang tanpa akhir.

Baca Juga: Apa Itu Planet Jovian? Ini Pengertian, Jenis, dan Karakteristiknya

(SA)