Konten dari Pengguna
5 Ciri-Ciri Seni Lukis Wayang Beber Pacitan pada Masa Lalu
22 September 2025 16:49 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
5 Ciri-Ciri Seni Lukis Wayang Beber Pacitan pada Masa Lalu
Wayang beber Pacitan termasuk kesenian yang sudah tua di Indonesia. Simak ciri-ciri seni lukis wayang beber Pacitan berikut ini.Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Wayang beber merupakan jenis pertunjukkan wayang yang unik karena tidak memakai bayangan. Lukisan akan digelar atau dibeber secara vertikal, lalu dalang menceritakan sebuah kisah yang diiringi dengan musik.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Majalah Adiluhung Edisi 14: Wayang, Keris, Batik dan Kuliner Tradisional susunan Redaksi Majalah Adiluhung, wayang beber diperkirakan sudah ada sejak abad ke-18 di sekitar wilayah Pacitan.
Awal mula perkembangan wayang beber berasal dari lingkungan keraton. Hal ini terlihat dari lukisannya yang memiliki ornamen halus serta pewarnaan estetis. Simak ciri-ciri seni lukis wayang beber Pacitan selengkapnya di bawah ini.
1. Karakter yang Digambar Merujuk pada Cerita Panji
Berdasarkan jurnal Wayang Beber Pacitan: Kajian Semiotika Tokoh Prabu Brawijaya pada Jagong Pertama susunan Margana, lukisan wayang beber Pacitan menampilkan tokoh-tokoh dalam cerita Panji dengan beberapa tokoh utama lainnya, seperti Prabu Brawijaya, Kembang Kuning, Dewi Sekartaji, Gandarepa, dan lain-lain.
Masing-masing tokoh memiliki watak atau sifat yang berbeda. Ada yang bijaksana, adil, sombong, pemarah, suka adu domba, culas, cermat, suka menolong, dan lainnya.
ADVERTISEMENT
Contohnya, tokoh Bima pada wayang kulit yang selalu digambarkan teguh pendirian dan bertanggung jawab. Sementara itu, Kresna berkarakter bijaksana, Arjuna suka menolong, Semar selalu jujur, dan Dasamuka berwatak pemarah.
Karakter tokoh pada wayang tersebut divisualisasikan dalam bentuk wanda, yakni menggambar ekspresi karakter sesuai wataknya. Jadi, jika wataknya pemarah, ekspresinya akan selalu kelihatan marah dengan alis menukik dan tanpa senyum.
2. Tokoh Wayang Digambarkan Mirip Manusia
Visual tokoh-tokoh wayang beber Pacitan digambarkan dengan posisi wajah 45 derajat yang membuatnya mirip manusia. Objek wayang memang merupakan deformasi (perubahan) bentuk manusia, alam dan lingkungannya. Itulah mengapa meskipun tokoh wayang memiliki sisi surealis, tapi bentuknya masih tetap bisa dinikmati karena familier.
3. Mengandung Berbagai Elemen
Lukisan wayang beber Pacitan terdiri atas elemen-elemen visual, mulai dari titik, garis, bidang, warna, tekstur, dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
Semuanya disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan, keselarasan, serta kaidah-kaidah seni lainnya. Hal ini membuat karya wayang beber tidak hanya artistik, tapi juga mengandung nilai estetika.
4. Menggunakan Teknik Pewarnaan Sungging
Teknik pewarnaan yang digunakan adalah sungging, yaitu menyusun warna yang satu tone, dari gelap hingga terang ataupun sebaliknya. Tujuannya untuk menghasilkan susunan warna yang serasi. Gradasi warna juga mempunyai makna yang berkaitan dengan keselarasan kehidupan manusia di dunia.
5. Komposisi Gambar Asimetris
Wayang beber Pacitan juga memiliki komposisi yang asimetris. Maksudnya, para tokoh wayang ditata tidak sama atau sebangun, untuk memberikan kesan dinamis dalam dialog antar tokoh.
Metode penyusunan asimetris juga dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa kehidupan di dunia selalu dinamis atau berubah-ubah.
ADVERTISEMENT
(DEL)

