Konten dari Pengguna
5 Hewan dengan Ekolokasi, Mampu Melihat dalam Kondisi Gelap
27 November 2025 14:33 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
5 Hewan dengan Ekolokasi, Mampu Melihat dalam Kondisi Gelap
Cari tahu daftar hewan dengan ekolokasi yang mengesankan, beserta penjelasannya dalam uraian ini.Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Ekolokasi adalah kemampuan luar biasa yang dipakai oleh beberapa hewan untuk menavigasi lingkungan dan menemukan mangsa dalam kondisi gelap atau terbatas penglihatan. Dengan memancarkan gelombang suara dan mendengarkan gema yang kembali, hewan-hewan ini mampu “melihat” lewat suara, sebuah adaptasi unik yang membantu mereka bertahan hidup. Artikel ini akan menguraikan beberapa jenis hewan dengan ekolokasi beserta mekanisme dan fungsinya yang khas.
ADVERTISEMENT
Kelelawar Sang Pelopor Ekolokasi
Kelelawar adalah hewan dengan ekolokasi yang paling terkenal dan paling canggih di dunia. Merujuk informasi dari Journal of Experimental Biology, istilah ekolokasi pertama kali diciptakan oleh Donald Griffin setelah penemuannya yang menggemparkan tentang navigasi dan pencarian makan kelelawar pada tahun 1944.
Griffin dan Galambos melalui serangkaian eksperimen elegan menunjukkan bahwa kelelawar menggunakan sinyal ultrasonik untuk mendeteksi mangsa dan menghindari rintangan dengan mendengarkan gema yang kembali.
Menurut Science Magazine, kelelawar mengeluarkan suara di laring mereka dan memancarkannya melalui mulut. Beberapa kelelawar dapat berteriak mencapai 140 desibel, sekeras mesin jet pada jarak 30 meter. Yang menakjubkan, mereka bisa mendeteksi serangga hingga jarak 5 meter dan bahkan bisa menghindari kawat sehalus rambut manusia.
ADVERTISEMENT
Lumba-Lumba dengan Biosonar Bawah Air
Lumba-lumba adalah hewan dengan ekolokasi yang paling mengesankan di lautan. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Bioacoustics oleh Whitlow W.L. Au, lumba-lumba memiliki sistem pendengaran yang sangat canggih dan kemampuan ekolokasi yang luar biasa. Lumba-lumba hidung botol misalnya, dapat memancarkan hingga 1.000 klik per detik pada frekuensi di luar jangkauan pendengaran manusia.
Discover Wildlife melaporkan bahwa menggunakan ekolokasi, lumba-lumba dapat mendeteksi objek seukuran bola golf pada jarak sepanjang lapangan sepak bola. Dengan menggerakkan kepala untuk mengarahkan pancaran suara ke bagian berbeda dari ikan, lumba-lumba bahkan bisa membedakan spesies ikan yang berbeda.
Burung Oilbird (Burung Minyak)
Burung oilbird adalah hewan dengan ekolokasi yang unik karena merupakan salah satu dari dua kelompok burung yang menggunakan kemampuan ini. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Physiology, oilbird Amerika Selatan bersifat nokturnal dan memakan buah-buahan. Mereka menggunakan ekolokasi saat meninggalkan dan kembali ke sarang gua mereka yang gelap.
ADVERTISEMENT
Burung Walet Penghuni Gua
Burung walet adalah hewan dengan ekolokasi lainnya yang mendiami gua-gua gelap di Asia Tenggara. Merujuk publikasi dari PMC (PubMed Central), walet adalah pemakan serangga diurnal dari genus Aerodramus dan Collocalia.
Menurut A-Z Animals, spesies seperti walet kerdil dapat mengeluarkan hingga enam klik per detik dalam rentang pendengaran yang dapat didengar manusia yaitu 1.500-5.500 hertz.
Celurut: Sang Mamalia Kecil
Celurut adalah hewan dengan ekolokasi yang berukuran sangat kecil di daratan. Berdasarkan penelitian di PMC, beberapa spesies celurut dari keluarga Soricidae telah terbukti menggunakan ekolokasi dengan sinyal frekuensi di bawah 20 kHz.
Berbeda dengan kelelawar, Biology Insights menjelaskan bahwa celurut mengeluarkan suara berfrekuensi rendah untuk orientasi spasial jarak dekat, bukan untuk menargetkan mangsa dengan presisi.
ADVERTISEMENT
(NDA)

