6 Hewan Nokturnal di Hutan dan Bentuk Adaptasi Uniknya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hewan nokturnal adalah makhluk yang paling aktif pada malam hari dan beristirahat di siang hari. Mereka memanfaatkan suasana malam untuk berburu, mencari makan, atau menghindari predator. Untuk dapat bertahan hidup dalam kondisi minim cahaya, hewan-hewan ini telah mengembangkan berbagai adaptasi khusus, mulai dari kemampuan melihat di kegelapan hingga pendengaran yang sangat tajam. Simak pembahasan mengenai hewan nokturnal di hutan di uraian berikut menurut laman Fernbank Museum of Natural History dan HowStuffWorks.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Kelelawar
Keistimewaan kelelawar terletak pada kemampuannya dalam bernavigasi menggunakan gelombang suara. Dengan menghasilkan suara ultrasonik, kelelawar menangkap pantulan gelombang tersebut layaknya radar sehingga dapat mengenali objek di sekelilingnya tanpa mengandalkan penglihatan. Selain itu, kelelawar juga memainkan peran ekologis yang krusial sebagai penyerbuk dan pengendali hama.
2. Rakun
Rakun merupakan omnivora yang dapat memakan hampir apa saja, mulai dari buah, kacang-kacangan, hingga daging. Pada malam hari, rakun biasanya menyelinap ke sungai atau kolam terdekat untuk mencari kerang atau mangsa kecil lainnya menggunakan cakarnya. Kemudian, mereka kerap melanjutkan santapan dengan biji-bijian atau buah-buahan sebagai sumber energi tambahan.
3. Landak
Landak termasuk hewan nokturnal yang aktif mencari serangga, cacing, larva, dan mangsa kecil lainnya saat malam tiba. Hewan ini memiliki penciuman dan pendengaran yang tajam sehingga mampu mendeteksi makanan dalam kegelapan. Adaptasi paling khasnya adalah duri-duri tajam yang berfungsi sebagai perlindungan dari predator ketika merasa terancam.
4. Tupai Terbang (Flying Squirrels)
Tupai terbang tidak benar-benar terbang, tetapi meluncur menggunakan membran elastis bernama patagium yang membentang di antara kaki depan dan belakang. Hewan kecil ini memiliki ciri khas berupa mata besar untuk melihat dalam cahaya redup dan kemampuan meluncur yang memungkinkan mereka berpindah antar pohon tanpa turun ke lantai hutan. Ekor panjangnya berfungsi menjaga keseimbangan serta membantu mengendalikan arah saat bergerak di kegelapan.
5. Burung hantu
Burung hantu merupakan salah satu hewan nokturnal yang paling banyak terbesar di seluruh dunia. Mereka memiliki retina dengan banyak sel batang sehingga mampu melihat tajam dalam gelap. Cakram wajah berbentuk hati membantu mengarahkan suara ke telinga, membuat pendengarannya sangat peka. Selain itu, struktur bulunya dirancang untuk mengurangi suara saat terbang, sehingga mereka dapat mendekati mangsa tanpa terdeteksi.
6. Luwak
Luwak madu dan beberapa jenis luwak lainnya aktif berburu pada malam hari untuk menghindari predator sekaligus meningkatkan peluang mendapatkan mangsa. Hewan ini memiliki indra penciuman yang sangat kuat, memungkinkan mereka menemukan makanan yang tersembunyi di bawah tanah atau di balik semak lebat.
7. Adaptasi Khusus Hewan Nokturnal
Menurut laman Wildlife Nomads, hewan nokturnal memiliki berbagai adaptasi fisik yang membantu mereka bertahan hidup di malam hari, seperti:
Mata besar untuk menangkap lebih banyak cahaya.
Pendengaran tajam, sering kali didukung ukuran telinga besar atau struktur telinga yang sensitif.
Penciuman kuat untuk mendeteksi mangsa atau bahaya dalam kegelapan.
Pola atau warna bulu khusus untuk menyamarkan diri di malam hari.
Lapisan mata reflektif (tapetum lucidum) yang membuat mata tampak berkilau sekaligus meningkatkan kemampuan melihat dalam gelap.
Baca Juga: 6 Hewan yang Bisa Berkamuflase: Sang Ahli Penyamaran Terhebat di Alam Liar
(SA)
