Konten dari Pengguna

6 Hewan yang Bisa Berkamuflase: Sang Ahli Penyamaran Terhebat di Alam Liar

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hewan yang bisa berkamuflase. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hewan yang bisa berkamuflase. Foto: Pexels

Kamuflase adalah salah satu kemampuan bertahan hidup paling menakjubkan yang dimiliki berbagai hewan di alam liar. Kemampuan untuk menyatu dengan lingkungan sekitar memungkinkan hewan yang bisa berkamuflase menghindari pemangsa atau mendekati mangsa tanpa terdeteksi. Merujuk informasi dari Smithsonian Ocean, kamuflase bukan hanya tentang warna, tetapi juga melibatkan tekstur, bentuk, dan bahkan perilaku yang membuat hewan hampir tidak terlihat di habitatnya. Lantas, apa saja hewan yang dapat melakukan kamuflase? Berikut daftarnya.

Daftar isi

Gurita Mimic: Master Penyamaran Laut

Gurita mimic adalah hewan dengan kemampuan kamuflase paling canggih di dunia. Berdasarkan informasi dari Animals Around The Globe, gurita yang hidup di perairan Indo-Pasifik ini tidak hanya bisa mengubah warna, tetapi juga dapat meniru bentuk dan perilaku hingga 18 spesies hewan laut seperti ikan singa, ular laut, dan ikan pipih.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Royal Society Publishing, gurita menggunakan sel khusus yang disebut chromatophores untuk mengubah warna dan pola tubuhnya secara instan dalam hitungan milidetik sebagai respons refleks terhadap ancaman.

Cumi-Cumi Sotong: Kamuflase Tercepat

Cumi-cumi sotong memiliki kemampuan kamuflase dinamis yang menakjubkan. Berdasarkan studi dari National Center for Biotechnology Information, sotong dapat mengubah warna dan tekstur kulitnya dalam waktu kurang dari satu detik. Mereka memiliki tiga jenis pola kamuflase yaitu Uniform dan Mottle untuk menyamai latar belakang, serta pola Disruptive yang memecah siluet tubuh.

Seperti yang dijelaskan oleh The Biologist dari Royal Society of Biology, sotong lebih unggul dari bunglon karena sistem kamuflasenya dikontrol oleh saraf yang memungkinkan perubahan warna terjadi dalam 50-200 milidetik, jauh lebih cepat dari bunglon yang membutuhkan satu hingga tiga detik.

Bunglon: Pengubah Warna untuk Komunikasi

Banyak orang mengira bunglon berkamuflase untuk bersembunyi, namun faktanya mereka mengubah warna terutama untuk berkomunikasi dan mengatur suhu tubuh. Merujuk penjelasan dari Lumosity, bunglon mengubah warna kulitnya untuk menunjukkan agresi atau ketertarikan kepada bunglon lain, serta untuk menyerap atau memantulkan panas.

Bunglon memiliki sel khusus yang disebut iridophores yang mengandung nanokristal berpigmen yang memantulkan cahaya. Ketika bunglon merasa terancam, mereka menegang kulitnya sehingga struktur kristal berubah dan memantulkan panjang gelombang cahaya yang berbeda.

Ikan Pipih: Ahli Kamuflase Dasar Laut

Ikan pipih seperti flounder dan halibut adalah master kamuflase di dasar laut. Mereka secara aktif menyalin pola dan warna dasar laut di bawah mereka. Ikan ini memiliki tubuh sangat datar dengan kedua mata berada di satu sisi kepala, memungkinkan mereka berbaring rata di dasar laut dan mengubah warna kulitnya untuk menyesuaikan dengan pasir, batu, atau karang. Selain kemampuan mengubah warna, ikan pipih juga sering mengubur sebagian tubuhnya di pasir sehingga hanya mata mereka yang terlihat.

Tokek Ekor Daun: Meniru Dedaunan Sempurna

Tokek ekor daun dari Madagaskar adalah reptil dengan kamuflase yang luar biasa sempurna. Menurut Animals Around The Globe, tubuh tokek ini meniru dedaunan kering lengkap dengan pola urat daun dan tepi bergerigi. Kulit tokek berwarna cokelat kehijauan dengan pola rumit, membuatnya hampir tidak terlihat saat menempel di batang pohon. Tokek ekor daun bahkan memiliki lipatan kulit ekstra di sepanjang tubuhnya yang menyembunyikan bayangan, sehingga semakin sulit dideteksi.

Serangga Ranting: Penyamaran di Pohon

Serangga ranting adalah master penyamaran di antara serangga dengan tubuh yang sangat mirip ranting atau dahan. Berdasarkan informasi dari Forest Wildlife, ada ribuan spesies serangga ranting dengan ukuran bervariasi dari satu hingga 12 inci. Tubuh mereka yang memanjang, kaki beruas, dan warna alami membuat mereka mudah menyatu dengan lingkungan pohon. Ketika terancam, serangga ranting berdiri sempurna atau bergoyang perlahan untuk meniru dahan yang tertiup angin.

Baca juga: Reproduksi Aseksual pada Hewan: Pengertian, Ciri, dan Jenisnya

(NDA)