Konten dari Pengguna

6 Cara Aman Menyimpan Data di Cloud Storage Gratis yang Layak Dicoba

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cloud gratis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cloud gratis. Foto: Unsplash

Layanan cloud storage gratis seperti Google Drive, Dropbox, atau OneDrive semakin populer karena memudahkan pengguna untuk menyimpan file tanpa perlu perangkat tambahan. Namun, penggunaan cloud gratis sering menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data. Tanpa pengelolaan yang tepat, file pribadi berisiko terekspos atau hilang. Oleh karena itu, penting untuk memahami langkah-langkah aman dalam memanfaatkan layanan ini. Berikut adalah beberapa cara aman menyimpan data di cloud storage gratis yang bisa diterapkan.

Daftar isi

1. Menggunakan Password yang Kuat dan Unik

Keamanan akun cloud sangat bergantung pada password yang digunakan. Hindari penggunaan kata sandi sederhana seperti tanggal lahir atau kombinasi angka berurutan. Sebaiknya gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol agar sulit ditebak.

National Institute of Standards and Technology (NIST) menyarankan agar password tidak hanya kuat, tetapi juga unik untuk setiap akun guna mencegah risiko pembobolan berantai.

2. Mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA)

Selain password, lapisan keamanan tambahan bisa diperoleh dengan mengaktifkan verifikasi dua langkah. Dengan fitur ini, login ke akun cloud membutuhkan kode tambahan yang dikirimkan ke ponsel atau aplikasi autentikasi.

Google Safety Center menjelaskan bahwa penggunaan 2FA mampu mengurangi hingga 90% serangan siber yang mencoba masuk dengan mencuri password.

3. Mengenkripsi File Sebelum Diupload

Meskipun banyak layanan cloud memiliki enkripsi bawaan, mengenkripsi file secara mandiri sebelum mengunggahnya bisa memberi perlindungan ekstra. Dengan begitu, bahkan jika file terekspos, isinya tetap tidak bisa dibaca.

Menurut Cybersecurity & Infrastructure Security Agency (CISA), enkripsi end-to-end adalah salah satu langkah paling efektif untuk melindungi data pribadi di cloud.

4. Memilah Data yang Layak Disimpan di Cloud Gratis

Tidak semua file cocok disimpan di cloud gratis. Dokumen yang sangat sensitif seperti data keuangan, identitas pribadi, atau catatan medis sebaiknya disimpan di layanan berbayar dengan tingkat keamanan lebih tinggi.

TechRepublic menekankan pentingnya memilah data agar cloud gratis digunakan hanya untuk file yang risiko keamanannya rendah hingga menengah.

5. Rutin Mengecek Aktivitas Akun

Banyak layanan cloud menyediakan fitur riwayat login atau aktivitas akun. Dengan memeriksanya secara rutin, pengguna bisa mengetahui apakah ada percobaan login mencurigakan.

Microsoft Security Blog menyarankan pengguna untuk segera mengganti password dan mencabut akses perangkat asing jika ada aktivitas yang tidak dikenal.

6. Membuat Cadangan di Perangkat Lain

Meskipun cloud menawarkan kepraktisan, tetap penting untuk memiliki cadangan data di perangkat lain seperti hard disk eksternal atau komputer. Hal ini mencegah kehilangan data jika sewaktu-waktu akun cloud terblokir atau layanan mengalami gangguan.

International Journal of Information Management menegaskan bahwa strategi backup ganda adalah kunci manajemen data yang aman di era digital.

Baca juga: Apa Itu Edge Computing dan Cloud Computing? Ini Perbedaannya

(NDA)