6 Ciri-Ciri Gaya Arsitektur Candi Hindu di Jawa Tengah

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia menyimpan kekayaan dan kemegahan peninggalan sejarah kerajaan Hindu-Buddha. Salah satu yang masih bisa dilihat sampai saat ini adalah candi. Uniknya, gaya arsitektur candi di berbagai wilayah Indonesia berbeda-beda.
Lantas, apa saja ciri-ciri gaya arsitektur candi Hindu di Jawa Tengah? Simak informasinya selengkapnya yang dirangkum dari buku Mengenal Candi Kuno di Indonesia susunan M. Abdul Rokhim di bawah ini.
1. Bahan Bangunan
Bahan yang digunakan untuk membuat sebagian besar candi di Jawa Tengah adalah batu andesit atau batu kali. Ini berbeda dengan candi di Jawa Timur yang menggunakan batu bata merah. Perbedaan ini kemungkinan besar karena sumber daya alam yang tersedia di wilayah Jateng adalah batu andesit.
2. Bentuk Bangunan
Secara umum, bentuk bangunan candi di Jawa Tengah cenderung tambun atau gemuk. Ini dipengaruhi oleh bahan pembuatannya. Batu andesit memiliki massa yang berat sehingga cenderung mudah roboh jika digunakan untuk menyusun bangunan ramping.
3. Candi Induk
Candi di Jawa Tengah bagian Selatan biasanya terdiri dari beberapa bagian dalam satu komplek. Lalu, ada satu candi induk yang ukurannya lebih besar dan berada di tengah. Sedangkan candi kecil yang mengelilinginya disebut candi perwara. Contohnya seperti di Candi Prambanan, Candi Sewu, dan Candi Plaosan.
Sedangkan di Jawa Tengah bagian Utara, ukuran candi dalam satu komplek cenderung sama, sehingga tak ada yang disebut sebagai induk. Contohnya seperti Candi Gedong Songo dan Candi Dieng.
Dari hasil analisis para ahli, bentuk kelompok candi berkaitan dengan sistem pemerintahan pada masa itu. Kerajaan di Jawa Tengah Selatan bersifat sentralistik, sedangkan kerajaan di Jawa Tengah Utara memiliki sistem pemerintahan otonom atau tidak memiliki pemerintahan terpusat.
4. Atap Candi
Candi Hindu di Jawa Tengah memiliki atap yang berundak-undak. Hal tersebut karena bentuk candinya yang tambun. Di setiap undak biasanya terdapat hiasan Ratna atau Amalaka. Sedangkan untuk candi Buddha, sering kali berhiaskan Stupa di setiap undak atapnya.
5. Pintu Candi
Pada umumnya, candi di Jawa Tengah memiliki pintu yang menghadap ke sebelah timur. Menurut beberapa pendapat, itu karena sebagian besar candi di Jawa memang dibuat menghadap ke gunung tertinggi di Jawa, yakni Gunung Mahameru.
Hiasan di pintu candi Jawa Tengah berupa Kala Makara. Kala merupakan kepala raksasa yang dipahat pada bagian atas pintu candi. Bentuk Kala cukup beragam, ada yang memiliki dagu dan ada pula yang tidak.
Sedangkan Makara adalah relief dua ekor ular yang dipahat pada bagian samping kiri dan kanan pintu candi. Umumnya, semakin muda umur candi, maka akan semakin rumit reliefnya, terutama pada bagian Kala.
6. Relief Candi
Relief candi Jawa Tengah dipahat dalam sehingga memiliki bentuk yang timbul. Hal ini kemungkinan karena bahan pembuatannya yang batu andesit, sehingga keras dan tidak mudah rusak meskipun dipahat cukup dalam.
Baca Juga: Ikon Jawa Tengah: Candi Borobudur yang Kaya akan Sejarah dan Budaya
