6 Tanda Bayi Alergi terhadap Popok yang Wajib Diketahui Orang Tua

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bayi bisa mengalami reaksi alergi terhadap popok, baik popok kain maupun sekali pakai. American Academy of Pediatrics (AAP) menerangkan bahwa kulit bayi yang masih sangat sensitif, sehingga rentan terhadap bahan kimia atau gesekan.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tanda bayi alergi terhadap popok bisa muncul di area bokong, paha, dan lipatan selangkangan. Agar bisa memberikan penanganan sesegera mungkin, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala alergi akibat pemakaian popok yang umum dialami bayi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Saja Tanda Bayi Alergi terhadap Popok?
Dikutip dari American Academy of Pediatrics, berikut beberapa tanda yang umum terjadi jika bayi mengalami alergi atau iritasi akibat pemakaian popok:
Ruam merah di area bokong dan lipatan paha. Muncul bercak kemerahan, kadang disertai bintik-bintik kecil.
Kulit tampak mengelupas atau melepuh. Tanda iritasi yang cukup parah akibat reaksi kimia atau gesekan.
Bayi sering menangis saat diganti popok. Bisa menjadi indikasi rasa nyeri atau perih di kulit.
Gatal atau bayi terlihat menggaruk area popok. Pada bayi yang lebih besar atau sudah bisa merespons rasa gatal.
Timbul lecet atau luka kecil. Jika tidak segera diatasi, iritasi bisa menyebabkan luka terbuka.
Ruam tidak membaik meskipun popok bayi sudah diganti merek. Mungkin mengindikasikan reaksi alergi terhadap bahan dasar popok.
Apa Penyebab Alergi Popok pada Bayi?
Menurut Cleveland Clinic, bayi yang memiliki riwayat dermatitis atopik atau kulit sensitif cenderung lebih berisiko mengalami iritasi akibat popok. Selain itu, alergi terhadap popok juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor berikut:
Bahan kimia dalam popok sekali pakai, seperti pewangi, lateks, atau gel penyerap (SAP).
Kelembapan berlebih karena popok tidak segera diganti.
Gesekan mekanis antara kulit dan bahan popok.
Reaksi terhadap deterjen atau pelembut pada popok kain yang tidak dibilas sempurna.
Sensitivitas kulit alami bayi yang belum matang.
Cara Mengatasi Bayi yang Alergi Popok
Berikut beberapa cara mengatasi dan meredakan gejala alergi terhadap popok, sebagaimana diterangkan Children's Hospital Los Angels.
Ganti merek popok dengan yang bebas pewangi, hypoallergenic, atau berbahan alami.
Gunakan popok kain yang dicuci bersih tanpa deterjen keras.
Pastikan area popok selalu kering dan diganti setiap 2–3 jam.
Gunakan krim pelindung kulit, seperti zinc oxide atau petroleum jelly.
Biarkan bayi tanpa popok selama beberapa waktu setiap hari agar kulit bisa “bernapas”.
Konsultasikan ke dokter anak atau dokter kulit bila ruam tak kunjung membaik dalam 3 hari.
Kesimpulan
Bayi bisa mengalami alergi terhadap popok, baik jenis kain maupun sekali pakai, karena kulit mereka yang masih sangat sensitif. Tanda-tanda umum alergi meliputi ruam merah di bokong dan paha, kulit mengelupas atau melepuh, bayi rewel saat diganti popok, hingga muncul luka atau lecet.
Penyebab alergi popok bisa berasal dari bahan kimia seperti pewangi, lateks, atau gel penyerap, serta kelembapan yang terlalu lama, gesekan, atau residu deterjen pada popok kain. Jika ruam tidak membaik meski sudah ganti merek popok, bisa jadi itu merupakan reaksi alergi terhadap bahan tertentu.
Untuk mengatasinya, orang tua disarankan menggunakan popok bebas pewangi, menjaga area popok tetap kering, menggunakan krim pelindung kulit, serta membiarkan bayi tanpa popok beberapa waktu. Jika ruam tidak membaik dalam tiga hari, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Baca juga: Perbedaan Popok Kain dan Popok Sekali Pakai, Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?
(NDA)
