7 Alat Ukur Besaran Pokok yang Umum Digunakan dalam Fisika

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Besaran pokok adalah besaran yang satuannya digunakan sebagai dasar untuk menentukan besaran-besaran lain dalam ilmu fisika. Terdapat tujuh besaran pokok, yaitu panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus listrik, intensitas cahaya, dan jumlah zat. Alat ukur besaran pokok berfungsi untuk mengukur masing-masing besaran tersebut agar diperoleh hasil pengukuran yang akurat. Simak pembahasan berbagai contoh alat ukur yang umum menurut buku Penggunaan Alat-alat Ukur Penunjang Pelajaran IPA oleh Sri Suwarni dan Endah Susilowati serta sumber lainnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Alat Ukur Panjang
Satuan Internasional (SI) untuk besaran panjang adalah meter (m). Berikut beberapa alat yang digunakan untuk mengukur panjang:
Mistar: Digunakan untuk mengukur benda-benda kecil seperti buku atau kertas.
Meteran gulung (stikmeter): Dipakai untuk mengukur panjang yang lebih besar dari mistar.
Jangka sorong: Memiliki ketelitian hingga 0,1 mm. Dilengkapi dengan dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius.
Mikrometer sekrup: Digunakan untuk mengukur ketebalan benda yang sangat tipis atau kecil. Memiliki dua skala: skala tetap dan skala putar (nonius).
2. Alat Ukur Massa
Satuan standar untuk massa dalam fisika adalah kilogram (kg). Adapun alat ukur yang digunakan adalah neraca. Berikut beberapa jenis neraca yang umum digunakan:
Neraca tiga lengan: Digunakan untuk mengukur massa dengan cara membandingkan antara benda yang diukur dan anak timbangan.
Neraca elektronik atau digital: Hasil pengukuran ditampilkan langsung dalam bentuk angka dan satuan, sehingga lebih praktis.
3. Alat Ukur Waktu
Satuan internasional (SI) untuk waktu adalah sekon (s). Alat ukur waktu berfungsi untuk menentukan lamanya suatu peristiwa berlangsung. Beberapa alat ukur waktu antara lain:
Arloji: Tersedia dalam berbagai bentuk, seperti arloji tangan atau arloji dinding. Umumnya memiliki tiga jarum, yaitu jarum jam, jarum menit, dan jarum detik.
Stopwatch: Digunakan untuk mengukur durasi atau selang waktu suatu kegiatan. Stopwatch dihidupkan saat peristiwa dimulai dan dihentikan saat peristiwa berakhir.
4. Alat Ukur Suhu
Suhu menunjukkan tingkat panas atau dinginnya suatu benda. Satuan internasionalnya adalah Kelvin (K), meskipun dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan Celcius (°C). Beberapa jenis termometer yang umum digunakan:
Termometer air raksa: Memberikan pembacaan suhu yang akurat dan tidak memerlukan baterai. Biasanya digunakan secara oral, rektal, atau di bawah ketiak.
Termometer digital: Bekerja dengan sensor panas untuk mendeteksi suhu tubuh. Hasil pengukurannya cepat terbaca di layar digital.
5. Alat Ukur Kuat Arus Listrik
Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui penghantar tiap detik. Besaran ini memiliki satuan ampere (A). Alat yang digunakan untuk mengukurnya adalah amperemeter. Hasil pengukuran ditunjukkan oleh jarum penunjuk pada skala alat, dan besarnya arus dihitung berdasarkan batas ukur maksimum serta nilai skala yang digunakan.
6. Alat Ukur Intensitas Cahaya
Intensitas cahaya menggambarkan kuatnya pancaran cahaya dari suatu sumber. Satuan internasionalnya adalah kandela (cd). Alat untuk mengukur intensitas cahaya adalah fotometer.
7. Alat Ukur Jumlah Zat
Besaran jumlah zat memiliki satuan mol (mol). Jumlah zat menunjukkan banyaknya partikel dalam suatu benda.Pengukuran jumlah zat tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui neraca dan persamaan kimia.
Baca Juga: Ciri-Ciri Proses Pembiasan Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari
(SA)
