Konten dari Pengguna

7 Ciri-Ciri Aplikasi Palsu yang Mirip Aplikasi Resmi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aplikasi pada smartphone. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aplikasi pada smartphone. Foto: Unsplash

Di era digital saat ini semakin banyak aplikasi yang bermunculan di toko aplikasi seperti Google Play Store maupun App Store. Namun, tidak semuanya aman digunakan. Beberapa aplikasi palsu sengaja dibuat menyerupai aplikasi resmi untuk menipu pengguna dan mencuri data pribadi. Oleh karena itu, penting bagi pengguna smartphone untuk memahami ciri-ciri aplikasi palsu yang mirip aplikasi resmi agar dapat lebih waspada sebelum mengunduh. Artikel di bawah ini akan menguraikan beberapa ciri-ciri tersebut yang bisa kamu perhatikan.

Daftar isi

1. Nama Aplikasi yang Hampir Sama dengan Versi Resmi

Salah satu ciri aplikasi palsu adalah penggunaan nama yang hampir identik dengan aplikasi resmi, hanya berbeda sedikit dalam ejaan atau tanda baca. Misalnya, aplikasi resmi bernama "WhatsApp" bisa dibuat tiruannya dengan nama "WhatssApp" atau "Whats App". Menurut Kaspersky, teknik ini sering dipakai agar pengguna tidak teliti dan langsung mengunduh aplikasi tersebut.

2. Jumlah Unduhan dan Ulasan yang Tidak Konsisten

Aplikasi resmi umumnya memiliki jumlah unduhan yang sangat besar, mencapai jutaan hingga miliaran. Sebaliknya, aplikasi palsu biasanya hanya memiliki ribuan atau bahkan ratusan unduhan saja. Selain itu, ulasan pengguna juga bisa menjadi petunjuk.

Jika banyak ulasan negatif yang menyebutkan penipuan atau adanya iklan mencurigakan, kemungkinan besar aplikasi tersebut palsu. McAfee menyarankan agar pengguna selalu memeriksa rating dan ulasan sebelum memasang aplikasi baru.

3. Izin Aplikasi yang Terlalu Berlebihan

Ciri lain dari aplikasi palsu adalah permintaan izin yang tidak relevan dengan fungsi aplikasi. Misalnya, aplikasi kalkulator yang meminta akses ke kontak, lokasi, atau kamera.

Hal ini biasanya menjadi tanda adanya niat untuk mengumpulkan data pribadi pengguna secara ilegal. Symantec menekankan bahwa aplikasi palsu sering menggunakan taktik ini untuk memata-matai pengguna tanpa disadari.

4. Tampilan Ikon dan Desain yang Mirip tapi Tidak Sempurna

Aplikasi palsu sering meniru ikon dan antarmuka aplikasi resmi agar terlihat asli. Namun, biasanya ada perbedaan kecil seperti warna ikon yang agak berbeda, kualitas gambar rendah, atau desain menu yang tidak rapi. Menurut laporan dari Trend Micro, penyerang menggunakan desain mirip untuk mengelabui pengguna awam, tetapi jika diperhatikan lebih detail, selalu ada perbedaan mencolok.

5. Pengembang Tidak Jelas atau Bukan dari Sumber Resmi

Aplikasi resmi biasanya diterbitkan oleh pengembang terkenal atau perusahaan besar, misalnya "Google LLC" untuk aplikasi Google. Sebaliknya, aplikasi palsu sering menggunakan nama pengembang yang tidak jelas atau terdengar generik. Norton menyarankan agar pengguna selalu memeriksa nama developer sebelum menginstal aplikasi untuk memastikan kredibilitasnya.

6. Ukuran File yang Tidak Normal

Perbedaan ukuran file juga bisa menjadi tanda mencurigakan. Aplikasi resmi biasanya memiliki ukuran file yang konsisten dengan fungsi dan fiturnya. Menurut Kaspersky Lab,aplikasi palsu seringkali jauh lebih kecil karena hanya meniru tampilan luar tanpa fitur sebenarnya, atau sebaliknya, terlalu besar karena disisipi malware.

7. Banyak Iklan Pop-Up atau Aktivitas Mencurigakan

Aplikasi palsu biasanya dipenuhi iklan pop-up yang mengganggu. Selain itu, aplikasi semacam ini bisa melakukan aktivitas mencurigakan di latar belakang, seperti menguras baterai, meningkatkan penggunaan data, atau mengakses informasi sensitif tanpa izin jelas.

McAfee melaporkan bahwa sebagian besar aplikasi palsu dirancang untuk menghasilkan keuntungan dari iklan berlebihan atau mencuri data finansial pengguna.

Baca juga: Ciri-Ciri Aplikasi Boros Baterai di Android yang Perlu Dikenali Pengguna

(NDA)