Ciri-Ciri Aplikasi Boros Baterai di Android yang Perlu Dikenali Pengguna

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenali ciri-ciri aplikasi boros baterai di Android bisa membantu pengguna menjaga kesehatan baterai sekaligus meningkatkan efisiensi pemakaian sehari-hari. Baterai adalah salah satu komponen penting dalam smartphone Android. Namun, sering kali pengguna merasa baterai cepat habis meskipun penggunaan tidak terlalu berat. Artikel ini akan menguraikan ciri-ciri aplikasi yang dapat menyebabkan baterai boros di smartphone Android selengkapnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Aplikasi Sering Berjalan di Latar Belakang
Ciri pertama dari aplikasi boros baterai adalah kebiasaannya berjalan terus di latar belakang. Meskipun tidak sedang digunakan, aplikasi jenis ini tetap mengirimkan notifikasi, memproses data, atau mencari pembaruan.
Android Authority menyebutkan bahwa aplikasi media sosial dan pesan instan sering masuk kategori ini karena terus melakukan sinkronisasi dengan server.
2. Konsumsi Data dan Sinkronisasi yang Berlebihan
Aplikasi boros baterai biasanya menggunakan data internet secara berlebihan. Mereka rutin melakukan sinkronisasi otomatis untuk memperbarui konten, seperti feed media sosial, email, atau cuaca terkini.
Menurut CNET, aktivitas sinkronisasi ini memaksa prosesor dan modem bekerja lebih keras, yang akhirnya menguras daya baterai lebih cepat. Tanda paling mudah dikenali adalah kuota internet cepat habis seiring dengan baterai yang menurun drastis.
3. Penggunaan Lokasi (GPS) Secara Terus-Menerus
Banyak aplikasi boros baterai menggunakan GPS untuk pelacakan lokasi secara real time. Aplikasi seperti peta, layanan transportasi online, atau game berbasis lokasi adalah beberapa contohnya.
PCMag menjelaskan bahwa jika pengguna merasa ponsel cepat panas dan daya menurun saat membuka aplikasi berbasis lokasi, itulah tanda jelas aplikasi tersebut boros energi.
4. Iklan dan Notifikasi yang Berlebihan
Aplikasi dengan banyak iklan pop-up atau notifikasi juga bisa menjadi penyebab baterai cepat habis. Iklan yang berjalan dalam bentuk animasi atau video memerlukan daya tambahan untuk diproses.
TechRadar mencatat bahwa aplikasi gratis dengan iklan biasanya lebih boros dibanding versi berbayar karena iklan membutuhkan data dan sumber daya sistem. Selain itu, notifikasi berlebihan juga membuat layar sering menyala, menambah konsumsi energi.
5. Pemakaian CPU dan RAM yang Tinggi
Aplikasi yang tidak dioptimalkan sering kali menggunakan CPU dan RAM dalam jumlah besar. Hal ini membuat smartphone bekerja ekstra keras sehingga baterai cepat terkuras.
Menurut How-To Geek, aplikasi game dengan grafis tinggi atau aplikasi edit video adalah contoh yang paling sering menghabiskan sumber daya.
Jika aplikasi terasa berat dijalankan dan membuat ponsel cepat panas, kemungkinan besar aplikasi tersebut boros baterai.
6. Update Otomatis dan Proses di Balik Layar
Beberapa aplikasi secara otomatis melakukan update atau maintenance di balik layar tanpa sepengetahuan pengguna. Proses ini meliputi pemindaian file, pembaruan konten, atau verifikasi data. Untuk mencegahnya, pengguna sebaiknya mematikan update otomatis pada aplikasi tertentu.
7. Tidak Pernah Mengalami Optimalisasi dari Developer
Ciri lain dari aplikasi boros baterai adalah jarang diperbarui oleh pengembang. Aplikasi yang tidak mendapatkan update reguler biasanya tidak dioptimalkan untuk sistem operasi terbaru.
The Verge menyebutkan bahwa aplikasi lama yang belum dioptimalkan untuk Android versi terbaru cenderung menghabiskan daya lebih besar karena tidak kompatibel dengan sistem manajemen energi terbaru.
Baca juga: 7 Ciri-Ciri Powerbank Berbahaya yang Bisa Merusak HP
(NDA)
