7 Ciri-Ciri Arsitektur Kastil Kolonial Belanda di Jawa Tengah

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bangunan kastil kolonial Belanda di Jawa Tengah merupakan warisan budaya yang mencerminkan perpaduan antara gaya Eropa klasik dan iklim tropis Indonesia. Sebagai pusat pertahanan dan administrasi pada era kolonial, bangunan-bangunan ini dikenal memiliki ornamen yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional. Berikut beberapa ciri arsitektur kastil kolonial Belanda di Jawa Tengah yang menarik untuk dikenali.
1. Tower/Menara
Menara atau tower pada kastil kolonial Belanda memiliki bentuk yang sangat beragam, mulai dari bentuk segi empat, bulat, hingga bentuk-bentuk geometris lainnya. Biasanya, tower berfungsi sebagai penanda pintu masuk bagian depan bangunan.
Mengutip Tipologi Arsitektur Fasad Bangunan Kantor Kolonial di Kawasan Kota Lama Semarang karya Anggita Rahmi, menara merupakan salah satu elemen penting dalam arsitektur kolonial yang memberikan karakter khas pada bangunan.
2. Dormer/Cerobong Asap
Arsitektur peninggalan kolonial Belanda juga biasanya dilengkapi dengan cerobong asap. Dormer atau cerobong asap adalah jendela kecil yang menembus atap dan digunakan sebagai ventilasi alami serta pencahayaan pada bangunan. Selain itu, pada kastil kolonial Belanda, dormer sering kali dihiasi dengan detail ornamen yang berfungsi untuk mempercantik tampilan atap.
3. Jendela Besar
Elemen ini tidak hanya berfungsi untuk pencahayaan dan sirkulasi udara, tetapi juga memberikan kesan megah pada fasad bangunan. Menurut jurnal Analisa Identifikasi Peninggalan Bangunan Kolonial oleh Armelia Dafrina dkk., jendela besar sering dilengkapi dengan kisi-kisi kayu atau kaca patri yang menambah nilai estetika sekaligus memungkinkan penghuninya tetap sejuk di tengah iklim tropis Jawa Tengah.
4. Tembok Tebal
Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Kendal, tembok tebal merupakan ciri khas arsitektur kolonial Belanda yang berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu di dalam bangunan. Selain itu, tembok tebal juga efektif menjaga suhu ruangan tetap sejuk meskipun di luar panas.
5. Beranda Depan dan Belakang Sangat Luas
Ciri lainnya yang sangat nampak pada kastil kolonial Belanda adalah beranda atau bagian terbukanya yang luas. Beranda ini berfungsi sebagai ruang transisi antara dalam ruangan dan suasana luar ruangan. Beranda ini sering kali dihiasi lantai dari bahan berkualitas tinggi, yang menciptakan kesan megah dan elegan.
6. Pilar Menjulang Ke Atas sebagai Pendukung Atap
Pilar yang menjulang tinggi berfungsi sebagai penopang struktural bagi atap kastil kolonial Belanda. Tidak hanya itu, pilar tersebu juga menjadi elemen dekoratif yang menambah keindahan tampilan bangunan.
7. Model Denah Simetris
Bentuk denah atau fasad bangunan yang simetris menjadi karakter yang khas pada bangunan kolonial pada umumnya. Denah simetris ini menampilkan keseimbangan antara sisi kiri dan kanan bangunan, sehingga terlihat rapi dan harmonis.
Baca Juga: Cara Mengenali Artefak Peninggalan Kerajaan Majapahit
