Konten dari Pengguna

7 Ciri-Ciri Literatur Ilmiah yang Valid untuk Penelitan

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
16 September 2025 17:23 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi literatur ilmiah. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi literatur ilmiah. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
Dalam dunia akademik, literatur ilmiah merupakan fondasi penting untuk mendukung penelitian maupun penulisan karya tulis. Namun, tidak semua literatur bisa dianggap valid. Ada banyak tulisan yang beredar, baik di internet maupun cetak, tetapi belum tentu memiliki kualitas ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Di bawah ini akan diuraikan ciri-ciri literatur ilmiah yang valid agar penelitian memiliki dasar yang kuat.
ADVERTISEMENT

1. Ditulis oleh Penulis atau Institusi Kredibel

Salah satu ciri utama literatur ilmiah yang valid adalah berasal dari penulis yang memiliki keahlian di bidangnya. Penulis biasanya merupakan akademisi, peneliti, atau lembaga resmi yang reputasinya sudah diakui.
Literatur dari universitas ternama atau lembaga penelitian lebih bisa dipercaya dibanding tulisan populer tanpa dasar penelitian. Menurut American Library Association (ALA), sumber yang ditulis oleh pakar akan memberikan keakuratan lebih tinggi dan minim bias.

2. Diterbitkan oleh Jurnal atau Penerbit Resmi

Literatur ilmiah yang valid biasanya diterbitkan melalui jurnal akademik, buku akademis, atau laporan resmi. Jurnal bereputasi menggunakan sistem peer review sehingga artikel yang masuk telah melalui proses evaluasi oleh ahli di bidang terkait.
ADVERTISEMENT
Hal ini membedakan literatur ilmiah dari artikel opini atau blog pribadi. Elsevier menegaskan bahwa proses peer review menjadi filter penting untuk menjaga kualitas literatur ilmiah.

3. Menyertakan Referensi dan Daftar Pustaka

Literatur ilmiah yang valid selalu mencantumkan sumber rujukan. Daftar pustaka menunjukkan bahwa penulis tidak hanya beropini, tetapi membangun argumen berdasarkan penelitian terdahulu. Hal ini juga memudahkan pembaca untuk menelusuri sumber asli.
Menurut University of Southern California Libraries, referensi yang lengkap, jelas, dan bisa ditelusuri adalah indikator penting literatur akademik. Selain itu, literatur ilmiah juga perlu menggunakan gaya sitasi yang diakui (APA, MLA, Chicago, dll.).

4. Menggunakan Metodologi yang Transparan

Tulisan ilmiah yang baik selalu menyertakan penjelasan metodologi penelitian. Hal ini penting agar pembaca dapat memahami bagaimana data diperoleh dan dianalisis. Literatur tanpa metodologi yang jelas berpotensi diragukan keabsahannya.
ADVERTISEMENT

5. Relevan dan Terbarui

Literatur yang valid biasanya relevan dengan topik yang sedang dibahas dan terbit dalam kurun waktu tertentu. Literatur lama tetap dapat digunakan, terutama yang bersifat teori dasar, namun literatur terbaru lebih mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan.
Namun, pastikan literatur yang digunakan sesuai dengan topik penelitian, diterbitkan dalam 5–10 tahun terakhir, serta menyediakan pembaruan teori maupun data.

6. Menggunakan Bahasa Ilmiah yang Objektif

Ciri lain literatur ilmiah yang valid adalah penggunaan bahasa formal dan objektif. Literatur ilmiah tidak menggunakan bahasa emosional, provokatif, atau cenderung opini personal. Tujuannya adalah menjaga kredibilitas informasi yang disampaikan.

7. Terindeks dalam Basis Data Ilmiah

Literatur yang valid biasanya terdaftar dalam indeks akademik seperti Scopus, Web of Science, atau PubMed. Kehadiran dalam indeks ilmiah menunjukkan bahwa literatur tersebut diakui secara internasional.
ADVERTISEMENT
(NDA)