7 Ciri-Ciri Perempuan dengan Love Language Act of Service yang Bisa Dikenali

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Love language act of service merupakan bahasa cinta yang berfokus pada tindakan nyata. Bagi perempuan yang memiliki bahasa cinta ini, kata-kata manis saja tidak cukup. Seperti yang dijelaskan oleh Gary Chapman, pencetus teori 5 Love Languages, bentuk cinta ini lebih menekankan aksi nyata ketimbang ekspresi verbal. Berikut ciri-ciri perempuan dengan love language acts of service yang bisa dikenali.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Menunjukkan Cinta Lewat Tindakan Kecil
Merujuk informasi dari Simply Psychology, perempuan dengan love language act of service biasanya memperlihatkan cinta melalui perbuatan sederhana.
Misalnya menyiapkan sarapan, membantu pasangan saat sedang sibuk, atau sekadar mengingatkan jadwal penting. Bagi mereka, hal-hal kecil semacam ini jauh lebih berarti dibanding hadiah mewah atau pujian panjang.
2. Peka terhadap Kebutuhan Pasangan
Menurut Women's Health Magazine, salah satu ciri utama perempuan dengan act of service adalah kepekaan yang tinggi terhadap kebutuhan orang yang dicintainya. Mereka mampu membaca situasi dan segera mengambil langkah untuk membantu.
Contohnya, jika pasangan sedang lelah, ia akan menawarkan bantuan tanpa harus diminta. Rasa empati yang tinggi membuat mereka nyaman saat bisa meringankan beban orang lain.
3. Merasa Dicintai Saat Dibantu
MasterClass menjelaskan bahwa perempuan dengan love language ini biasanya super mandiri dan ambisius, yang membuat mereka merasa dicintai ketika pasangannya mau membantu, mendukung, atau melakukan sesuatu yang membuat hidup lebih ringan.
4. Tidak Selalu Pandai Berkata-kata Manis
BetterHelp memberitahukan bahwa dibandingkan dengan orang yang memiliki love language Words of Affirmation, mereka mungkin kurang ekspresif secara verbal.
Perempuan dengan gaya bahasa cinta act of services lebih suka menunjukkan cinta dengan menyelesaikan masalah atau meringankan beban Anda, daripada sekadar mengatakan, "Aku cinta kamu".
5. Kurang Nyaman dengan Janji Kosong
Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, bagi perempuan dengan love language act of service, janji tanpa tindakan nyata justru bisa melukai perasaan.
Mereka lebih menghargai pasangan yang benar-benar menepati janji dan membuktikan rasa cintanya melalui aksi. Ketidaksesuaian antara kata-kata dan tindakan sering kali menjadi hal yang paling mereka hindari.
6. Loyal dan Berdedikasi dalam Hubungan
Dikutip dari Mindbodygreen, perempuan dengan bahasa cinta ini umumnya loyal dan penuh dedikasi. Mereka rela berkorban waktu, tenaga, bahkan menunda kebutuhan pribadi demi membantu pasangan.
Sikap ini bukan karena terpaksa, melainkan karena rasa cinta yang tulus. Dedikasi mereka sering membuat hubungan lebih harmonis, meski terkadang perlu diimbangi agar tidak terjadi ketimpangan peran.
7. Merasa Tidak Dihargai Jika Pasangan Kurang Responsif
Meski penuh cinta, perempuan dengan act of service kadang juga menghadapi beberapa tantangan. Misalnya, mereka bisa merasa tidak dihargai bila pasangannya kurang responsif atau tidak membalas dengan tindakan serupa.
Oleh karena itu, pasangan perlu memahami bahwa apresiasi melalui aksi nyata sangat penting bagi mereka. Komunikasi terbuka dapat menjadi solusi agar kebutuhan cinta masing-masing terpenuhi.
Baca juga: 6 Ciri-Ciri Wanita Perfeksionis Secara Psikologis yang Perlu Dikenali
(NDA)
