Konten dari Pengguna
7 Jenis Ular yang Sering Masuk Rumah dan Ciri-cirinya
10 November 2025 16:20 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
7 Jenis Ular yang Sering Masuk Rumah dan Ciri-cirinya
Apa saja jenis ular yang sering masuk rumah? Simak pembahasan dalam artikel ini beberapa spesies yang perlu diwaspadai keberadannya.Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Kehadiran ular di area perumahan sering kali menimbulkan rasa cemas bagi para pemilik rumah. Hewan melata ini mampu menyelinap melalui celah-celah kecil untuk mencari tempat berlindung, sumber makanan, atau sekadar habitat yang sesuai. Lantas, apa saja jenis ular yang sering masuk rumah? Simak pembahasan berikut mengenai berbagai macam ular yang bisa masuk area rumah beserta ciri-cirinya.
ADVERTISEMENT
1. Ular Kadut (Acrochordus granulatus)
Ular kadut merupakan jenis ular yang umumnya hidup di area berair seperti sawah, sungai, rawa, atau selokan. Saat musim hujan, air yang meluap sering menyeret ular ini hingga ke area pemukiman. Menurut laman Animal Diversity Web, ular kadut memiliki tubuh berwarna cokelat keabu-abuan dengan sisik kasar. Bentuk sisiknya berfungsi untuk mencengkeram dan melilit mangsa.
2. Ular Kobra (Naja sputatrix)
Ular kobra termasuk jenis ular berbisa yang perlu diwaspadai. Ular ini mengandung neurotoksin yang dapat menyerang sistem saraf mangsanya. Ciri khas ular kobra adalah lehernya yang bisa mengembang menyerupai tudung atau sendok saat merasa terancam.
3. Ular Welang (Bungarus fasciatus)
Ular welang sering dijumpai di hutan, lahan pertanian, hingga area dekat pemukiman. Menurut laman Thai National Parks, ular ini memiliki pola belang hitam-putih atau hitam-kuning di seluruh tubuh hingga bagian perut, dengan ekornya berujung tumpul. Meskipun terlihat jinak, racunnya cukup berbahaya. Gigitan ular welang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran bila tidak segera ditangani.
ADVERTISEMENT
4. Ular Weling (Bungarus candidus)
Ular weling juga termasuk jenis ular berbisa yang sering ditemukan di sekitar rumah. Coraknya berupa belang hitam kebiruan atau hitam kecokelatan diselingi warna putih kekuningan yang tidak simetris. Belangnya hanya sampai punggung, sementara bagian perut berwarna putih polos. Menurut A-Z Animals, gigitan ular weling mengandung neurotoksin yang dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, sakit kepala, dan nyeri perut. Dalam kasus berat, bisa ular ini mampu melumpuhkan otot pernapasan hingga menyebabkan kematian.
5. Ular Piton (Python reticulatus)
Ular piton termasuk ular besar yang kerap memasuki area pemukiman. Meski tidak berbisa, ular ini berbahaya karena kekuatannya saat melilit mangsa bisa berakibat fatal. Ular piton biasanya memangsa ayam, kucing, atau tikus. Setelah makan dalam jumlah besar, ular ini bisa tidak makan selama beberapa bulan.
ADVERTISEMENT
6. Ular Tanah (Calloselesma rhodostoma)
Ular tanah hidup di area bersemak dan sering muncul di sekitar rumah. Warna tubuhnya menyerupai tanah atau daun kering sehingga sulit terlihat ketika berdiam diri. Ular ini termasuk berbisa dan berbahaya karena racunnya dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
7. Ular Pucuk (Ahaetulla prasina)
Ular pucuk atau ular gadung merupakan jenis ular yang sering ditemukan di sekitar pekarangan rumah dan semak-semak. Tubuhnya ramping dengan warna hijau cerah serta kepala yang runcing menyerupai anak panah. Ular pucuk memiliki bisa yang tergolong lemah dan tidak berbahaya bagi manusia, namun cukup kuat untuk melumpuhkan mangsanya seperti hewan kecil,
ADVERTISEMENT
(SA)

