Konten dari Pengguna

7 Tips Aman Saat Terjadi Badai Debu agar Tetap Terlindungi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi badai debu. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi badai debu. Foto: Unsplash

Badai debu kerap melanda wilayah kering ketika angin kencang menerbangkan tanah serta partikel debu ke udara. Fenomena ini tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Badai debu bisa berlangsung selama beberapa jam hingga berhari-hari, sehingga penting mengetahui tips aman saat terjadi badai debu. Berikut beberapa cara agar tetap terlindungi yang dirangkum dari laman Healthdirect dan Department of Ecology State of Washington.

Daftar isi

1. Batasi Semua Aktivitas Luar Ruangan

Jika badai debu diperkirakan terjadi atau sedang berlangsung, tunda semua kegiatan luar ruangan yang tidak mendesak. Mengurangi paparan dapat mencegah iritasi pernapasan, ketidaknyamanan pada mata, serta reaksi alergi. Jika harus keluar, usahakan habiskan waktu sesedikit mungkin.

2. Gunakan Pelindung yang Tepat

Lindungi diri dengan pelindung pernapasan dan mata agar tidak terkena uritasi oleh debu.

  • Pernapasan: Gunakan masker N95 atau masker serupa untuk menyaring partikel debu halus.

  • Mata: Kenakan kacamata hitam untuk mencegah iritasi serta melindungi dari sinar ultraviolet yang berbahaya.

3. Tetap Terhidrasi Saat Badai Debu

Badai debu dapat menyebabkan dehidrasi karena dapat mengiritasi tenggorokan dan mata. Oleh karena itu, minum air putih secara teratur sepanjang hari untuk membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

4. Gunakan Air Purifier di Dalam Ruangan

Meski pintu dan jendela ditutup rapat, partikel debu halus tetap bisa masuk ke rumah. Gunakan air purifier dengan filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air) untuk menyaring udara sehingga kualitas udara dalam ruangan tetap terjaga dan lebih aman bagi pernapasan.

5. Tetap Update Informasi Cuaca

Manfaatkan aplikasi cuaca atau media sosial untuk mendapatkan peringatan dini terkait badai debu. Dengan informasi yang akurat, dapat membantu menentukan kapan waktu yang tepat untuk beraktivitas atau tetap berada di dalam rumah.

6. Berhati-hati Saat Mengemudi

Bagi pengendara yang terjebak di badai debu, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Kurangi kecepatan, nyalakan lampu, dan gunakan klakson seperlunya.

  • Atur AC mobil ke mode resirkulasi agar debu tidak masuk.

  • Jika harus berhenti, menepilah di tempat aman, gunakan rem darurat, dan hindari berhenti di bawah pohon yang berisiko tumbang. Matikan lampu kendaraan agar tidak disangka masih berjalan, sehingga dapat mencegah risiko tertabrak oleh kendaraan lain.

7. Lindungi Kelompok Rentan

Beberapa kelompok lebih berisiko terkena dampak badai debu, seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma dan masalah pernapasan lainnya, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, serta diabetes. Pastikan obat-obatan atau inhaler selalu tersedia bagi yang membutuhkannya.

Baca Juga: Cara Membaca Peringatan Dini Cuaca dari BMKG untuk Persiapan Diri

(SA)