Konten dari Pengguna

8 Ciri-Ciri Baterai Smartphone yang Sudah Harus Diganti

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
26 September 2025 11:45 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
8 Ciri-Ciri Baterai Smartphone yang Sudah Harus Diganti
Pahami ciri-ciri baterai smartphone yang sudah harus diganti untuk mencegah kerusakan lebih parah dan menjaga keamanan perangkat di sini.
Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi baterai smartphone. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi baterai smartphone. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
Baterai adalah salah satu komponen vital dalam smartphone. Namun, seiring berjalannya waktu, baterai smartphone pasti akan mengalami penurunan performa akibat siklus pengisian berulang dan pemakaian yang intens. Hal ini wajar karena baterai, khususnya jenis lithium-ion, memang memiliki usia pakai terbatas. Untuk mencegah kerusakan lebih parah dan menjaga keamanan perangkat, di bawah ini akan diuraikan ciri-ciri baterai smartphone yang sudah harus diganti.
ADVERTISEMENT

1. Daya Baterai Cepat Habis Meski Baru Diisi

Tanda pertama yang paling sering dirasakan adalah berkurangnya daya tahan baterai. Smartphone yang dulu bisa bertahan seharian penuh, tiba-tiba hanya bisa digunakan beberapa jam saja meskipun baru diisi penuh. Menurut Android Authority, baterai lithium-ion biasanya akan mengalami degradasi setelah sekitar 500 hingga 800 kali siklus pengisian.
Setelah melewati ambang ini, kapasitas baterai akan menurun drastis. Jika Anda merasa smartphone menjadi lebih boros, padahal aplikasi dan penggunaan tidak berubah signifikan, ini adalah indikasi kuat bahwa baterai perlu diganti.

2. Smartphone Mendadak Mati Padahal Baterai Belum Nol

Fenomena lain yang sering membingungkan adalah ketika ponsel tiba-tiba mati mendadak padahal indikator baterai masih menunjukkan sisa daya, misalnya 20% atau 30%. Apple Support menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan sistem membaca kapasitas baterai yang sebenarnya.
ADVERTISEMENT
Sel di dalam baterai sudah menurun kualitasnya, sehingga daya yang tersimpan tidak bisa disalurkan sesuai kebutuhan perangkat. Kondisi seperti ini bisa sangat merepotkan, terutama saat Anda sedang melakukan aktivitas penting.

3. Baterai Menggelembung dan Merusak Bentuk Ponsel

Ciri fisik yang paling jelas dan berbahaya adalah menggelembungnya baterai. Kondisi ini biasanya terlihat dari casing belakang yang menonjol atau layar yang terangkat karena dorongan dari dalam.
CNET memperingatkan bahwa baterai yang menggelembung merupakan tanda serius kerusakan internal dan bisa berisiko menimbulkan kebakaran. Jika sudah muncul gejala ini, pengguna sebaiknya segera menghentikan pemakaian dan mengganti baterai di pusat servis resmi.

4. Ponsel Terasa Panas Berlebihan

Ponsel memang wajar terasa hangat saat digunakan, terutama ketika menjalankan aplikasi berat atau sedang diisi daya. Namun, jika panas terasa berlebihan bahkan dalam kondisi penggunaan ringan, hal ini bisa menjadi tanda baterai bermasalah.
ADVERTISEMENT
PCMag menekankan bahwa panas berlebih sering terjadi karena baterai sudah tidak efisien dalam menyalurkan daya. Akibatnya, energi yang seharusnya digunakan untuk perangkat justru terbuang sebagai panas. Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya membuat baterai semakin cepat rusak, tetapi juga berbahaya bagi keamanan pengguna.

6. Proses Pengisian Daya Tidak Stabil

Salah satu ciri lain adalah proses charging yang tidak konsisten. Misalnya, waktu pengisian tiba-tiba menjadi sangat lama atau indikator baterai naik-turun tidak wajar saat sedang di-charge.
How-To Geek menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena penurunan konduktivitas internal pada baterai, sehingga arus listrik tidak dapat mengalir dengan baik. Dalam jangka panjang, masalah ini bisa merusak komponen lain pada smartphone jika tidak segera diatasi.
ADVERTISEMENT

7. Usia Pemakaian Baterai Sudah Lama

Selain gejala fisik dan performa, usia pemakaian juga dapat menjadi tolok ukur. Battery University menyebutkan bahwa baterai lithium-ion rata-rata memiliki umur pakai efektif antara dua hingga tiga tahun. Setelah melewati usia tersebut, walaupun belum menunjukkan gejala parah, kapasitas baterai hampir pasti sudah berkurang signifikan.
Oleh karena itu, jika ponsel Anda sudah digunakan lebih dari tiga tahun tanpa mengganti baterai, ada baiknya mulai mempertimbangkan penggantian meskipun masih terlihat “normal”.

8. Performa Smartphone Terganggu Secara Keseluruhan

Baterai yang menurun kualitasnya tidak hanya memengaruhi daya tahan, tetapi juga performa keseluruhan smartphone. Beberapa produsen, seperti Apple, bahkan pernah mengonfirmasi bahwa sistem operasi mereka akan menurunkan performa ponsel dengan baterai bermasalah untuk mencegah mati mendadak.
ADVERTISEMENT
Hal ini berarti aplikasi terasa lebih lambat, multitasking tidak lancar, dan pengalaman penggunaan menjadi kurang nyaman. Dengan mengganti baterai baru, performa smartphone biasanya akan kembali normal.
(NDA)