Konten dari Pengguna

8 Ciri-Ciri Kabel Charger Cepat Panas Berbahaya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kabel charger. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kabel charger. Foto: Unsplash

Kabel charger merupakan komponen penting dalam proses pengisian daya perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, maupun laptop. Namun, tidak semua kabel charger aman digunakan dalam jangka panjang, misalnyakabel yang cepat panas saat digunakan. Padahal, kabel charger yang cepat panas bisa menjadi indikasi adanya masalah serius yang berpotensi menimbulkan bahaya seperti korsleting, kerusakan perangkat, bahkan kebakaran. Artikel ini akan menguraikan ciri-ciri kabel charger cepat panas berbahaya agar pengguna dapat mengambil tindakan pencegahan sedini mungkin.

Daftar isi

1. Kabel Terlalu Lentur atau Terlihat Rapuh

Ciri pertama yang patut diwaspadai adalah kabel yang terasa terlalu lentur atau mudah patah di bagian ujungnya. Biasanya, kabel jenis ini memiliki lapisan pelindung (insulator) yang tipis sehingga mudah rusak akibat panas.

Menurut How-To Geek, kualitas bahan pelindung kabel sangat menentukan kemampuan kabel menahan suhu tinggi selama pengisian daya. Jika kabel terasa lunak dan panasnya cepat meningkat, sebaiknya segera hentikan penggunaan.

2. Kepala Charger atau Konektor Mengeluarkan Bau Hangus

Jika kamu mencium bau hangus atau tercium aroma plastik terbakar dari kepala charger atau ujung konektor, itu tanda bahaya serius. Bau ini menunjukkan bahwa terjadi lonjakan arus listrik atau korsleting di dalam kabel.

MakeUseOf menjelaskan bahwa peningkatan resistansi akibat kabel rusak dapat memicu panas berlebih hingga membakar lapisan pelindung kabel. Kondisi ini bukan hanya merusak charger, tetapi juga bisa mengganggu kinerja port pengisian pada perangkat.

3. Kabel Panas Saat Pengisian Daya Normal

Dalam kondisi normal, kabel memang bisa sedikit hangat, namun tidak seharusnya menjadi panas berlebihan saat mengisi daya. Jika panas terasa hingga sulit disentuh, itu tanda bahwa arus listrik yang mengalir tidak sesuai dengan kapasitas kabel.

CNET menjelaskan bahwa penggunaan kabel tidak bersertifikasi atau berkualitas rendah sering kali menyebabkan peningkatan suhu karena resistansi internal yang tinggi. Oleh karena itu, gunakan hanya kabel dengan sertifikasi resmi seperti USB-IF atau MFi (Made for iPhone).

4. Pengisian Daya Menjadi Lambat

Kabel charger yang cepat panas sering kali diikuti oleh proses pengisian daya yang melambat. Ini terjadi karena panas berlebih menghambat aliran arus listrik yang stabil.

Android Authority menjelaskan bahwa kabel dengan inti konduktor tipis atau rusak tidak mampu menghantarkan daya dengan efisien, sehingga menimbulkan panas dan memperlambat pengisian. Jika kamu mengalami hal ini, segera ganti kabel dengan yang lebih berkualitas.

5. Warna Kabel atau Ujungnya Menghitam

Salah satu tanda fisik paling jelas dari kabel charger berbahaya adalah perubahan warna menjadi cokelat atau hitam di bagian ujungnya. Ini menandakan adanya oksidasi akibat panas atau percikan arus listrik.

TechRadar menyoroti bahwa perubahan warna ini menunjukkan adanya degradasi material akibat suhu tinggi yang terus menerus, dan kabel seperti ini sebaiknya tidak digunakan kembali.

6. Penggunaan Kabel Non-Orisinal

Banyak pengguna memilih kabel pengganti yang lebih murah tanpa memperhatikan sertifikasi atau kualitasnya. Padahal, kabel non-orisinal sering kali tidak memenuhi standar keamanan listrik yang berlaku.

The Verge melaporkan bahwa penggunaan kabel tidak resmi dapat menyebabkan ketidaksesuaian tegangan dan arus antara charger dan perangkat, sehingga memperbesar risiko panas berlebih. Pilih selalu kabel dari produsen terpercaya dengan label resmi agar keamanan lebih terjamin.

7. Kabel Mengalami Keretakan atau Terkelupas

Kabel yang mulai retak atau terkelupas di bagian luar menjadi tanda lain bahwa kabel tersebut sudah tidak layak pakai. Lapisan luar berfungsi melindungi kawat konduktor dari udara dan kelembapan. Jika rusak, risiko korsleting meningkat.

Lifewire menjelaskan bahwa isolasi yang rusak memungkinkan arus listrik bocor ke luar, yang tidak hanya menyebabkan panas berlebih tapi juga bisa membahayakan pengguna secara langsung.

8. Arus Listrik Tidak Stabil Saat Dicolokkan

Tanda terakhir yang sering diabaikan adalah pengisian daya yang tidak stabil. Kadang pengisian berjalan normal, lalu tiba-tiba berhenti tanpa sebab. Ini bisa disebabkan oleh sambungan kabel yang longgar akibat panas berulang.

Menurut Tom’s Hardware, fluktuasi arus seperti ini dapat menimbulkan lonjakan daya yang berisiko merusak sirkuit internal smartphone atau laptop.

Baca juga: 7 Ciri-Ciri Charger Laptop Rusak Sebelum Mati Total

(NDA)