Konten dari Pengguna

8 Langkah Aman Menggunakan WiFi Publik agar Data Tidak Bocor

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

Ā·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi WiFi publik. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi WiFi publik. Foto: Unsplash

WiFi publik memang memudahkan siapa saja untuk tetap terhubung ke internet, terutama saat berada di kafe, bandara, hotel, atau ruang publik lainnya. Namun, kemudahan tersebut memiliki risiko besar, salah satunya berupa kebocoran data pribadi. Banyak kasus peretasan terjadi karena pengguna tidak berhati-hati saat menggunakan jaringan terbuka. Oleh karena itu, memahami langkah aman menggunakan WiFi publik biar data tidak bocor menjadi penting bagi setiap pengguna internet, khususnya di era digital yang serba cepat ini. Berikut panduan lengkapnya.

Daftar isi

1. Hindari Mengakses Data Sensitif

Saat menggunakan WiFi publik, sebaiknya hindari login ke akun perbankan, email penting, atau aplikasi finansial. Menurut Kaspersky, WiFi publik rawan disusupi peretas melalui teknik man-in-the-middle attack yang memungkinkan mereka mencuri username dan password. Mengakses data sensitif di jaringan terbuka sama saja memberi kesempatan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

2. Gunakan VPN (Virtual Private Network)

VPN berfungsi mengenkripsi koneksi internet, sehingga aktivitas online lebih aman dari penyadapan. Dengan VPN, data yang dikirimkan dari perangkat ke server akan terlindungi meskipun jaringan WiFi publik tidak aman.

NordVPN menekankan bahwa penggunaan VPN dapat mencegah pencurian data karena peretas tidak bisa membaca informasi yang sudah terenkripsi.

3. Aktifkan HTTPS Saat Browsing

Sebelum membuka sebuah situs, pastikan alamat URL diawali dengan https:// dan ikon gembok muncul di browser. Menurut Google Security Blog, situs dengan HTTPS mengenkripsi data yang ditransfer sehingga lebih sulit untuk disusupi. Jika situs hanya menggunakan HTTP tanpa ā€œSā€, lebih baik hindari untuk login atau mengirimkan data pribadi.

4. Matikan Fitur Sharing dan Auto-Connect

Banyak perangkat memiliki fitur file sharing atau auto-connect ke WiFi. Saat fitur ini aktif, perangkat lebih rentan diretas. Microsoft Support menyarankan pengguna untuk mematikan file sharing dan auto-connect sebelum menggunakan WiFi publik agar tidak memberi celah bagi penyusup masuk ke perangkat.

5. Gunakan Two-Factor Authentication (2FA)

Mengaktifkan 2FA pada akun penting seperti email, media sosial, atau aplikasi keuangan dapat menambah lapisan keamanan. Cybersecurity & Infrastructure Security Agency (CISA) menegaskan bahwa 2FA membuat peretas kesulitan meskipun berhasil mendapatkan password, karena masih ada kode verifikasi tambahan yang dibutuhkan.

6. Perbarui Sistem dan Aplikasi Secara Berkala

Sistem operasi dan aplikasi yang tidak diperbarui sering memiliki celah keamanan. Menurut Symantec, banyak peretas mengeksploitasi perangkat lunak usang untuk masuk ke perangkat korban. Dengan rutin memperbarui software, risiko kebocoran data saat menggunakan WiFi publik dapat diminimalisir.

7. Gunakan Aplikasi Keamanan atau Antivirus

Antivirus dengan fitur proteksi jaringan dapat membantu mendeteksi ancaman saat terhubung ke WiFi publik. Avast Security Blog menyebutkan bahwa aplikasi keamanan modern tidak hanya melindungi dari virus, tetapi juga bisa mendeteksi serangan jaringan yang berpotensi mencuri data.

8. Logout Setelah Selesai

Setelah selesai menggunakan WiFi publik, jangan lupa untuk logout dari akun yang dibuka. Norton Security menyarankan kebiasaan ini untuk mencegah akses tidak sah, terutama jika perangkat terhubung otomatis ke jaringan yang sama di kemudian hari.

Baca juga: 7 Tips Menghemat Baterai Smartphone 5G Biar Awet Seharian

(NDA)