Konten dari Pengguna

8 Tips Mengurangi Debu di Area Perkotaan agar Tetap Bersih, Sehat, dan Nyaman

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tips mengurangi debu di area perkotaan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tips mengurangi debu di area perkotaan. Foto: Unsplash

Debu merupakan salah satu masalah utama yang sering dihadapi masyarakat perkotaan. Polusi udara, aktivitas kendaraan bermotor, dan pembangunan infrastruktur yang masif membuat udara di kota besar sering kali dipenuhi partikel debu halus. Selain mengganggu kenyamanan, paparan debu juga dapat menimbulkan gangguan pernapasan seperti asma dan bronkitis. Artikel ini akan memberikan beberapa tips mengurangi debu di area perkotaan agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

Daftar isi

1. Menanam Pohon dan Tanaman Hijau di Sekitar Lingkungan

Pohon, semak, dan tanaman penutup tanah berfungsi sebagai penyaring alami partikel debu di udara. Daun dan ranting pohon dapat menangkap partikel halus sehingga udara menjadi lebih bersih.

Menurut penelitian dari Environmental Science & Technology Journal (American Chemical Society), vegetasi perkotaan mampu menurunkan konsentrasi debu di udara hingga 25%.

2. Menyiram Jalan dan Area Terbuka Secara Rutin

Kegiatan sederhana seperti menyiram jalan atau halaman rumah dengan air dapat membantu menekan debu agar tidak beterbangan. Lembaga Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat menyarankan penggunaan penyiraman jalan dengan air bersih atau teknologi “dust suppression” (penekan debu) yang ramah lingkungan untuk mengurangi polusi udara lokal hingga 40%.

3. Mengurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor Pribadi

Menurut World Health Organization (WHO), emisi kendaraan menyumbang hingga 30% dari polusi partikulat (PM10) di wilayah perkotaan Asia.

Dengan demikian, beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki dapat menjadi langkah efektif untuk mengurangi produksi debu dan gas buang di udara.

4. Menggunakan Penjernih Udara (Air Purifier) di Dalam Ruangan

Meskipun kita tidak dapat sepenuhnya mengontrol kondisi udara di luar, menjaga udara bersih di dalam rumah tetap sangat penting. Menggunakan air purifier dengan filter HEPA mampu menyaring partikel debu halus, asap, dan polutan lainnya.

Penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menunjukkan bahwa penggunaan air purifier dapat menurunkan kadar partikel debu di ruangan hingga 60%, serta mengurangi risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

5. Membersihkan Rumah Secara Teratur

Membersihkan rumah secara rutin merupakan langkah dasar untuk mengurangi paparan debu di lingkungan perkotaan. Gunakan kain lembap saat membersihkan permukaan agar debu tidak kembali beterbangan. Selain itu, gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA agar partikel debu halus benar-benar tersedot dan tidak menyebar ke udara.

6. Mengatur Ventilasi Rumah dengan Baik

Ventilasi yang buruk membuat udara di dalam ruangan kotor dan penuh debu. Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang lancar, misalnya dengan memasang jendela besar atau exhaust fan.

Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), ventilasi silang yang baik mampu menurunkan akumulasi debu di ruangan hingga 35%, terutama jika dikombinasikan dengan penggunaan tanaman hias penyaring udara seperti lidah mertua atau peace lily.

Namun, hindari membuka jendela di jam-jam sibuk (seperti pagi dan sore hari) ketika lalu lintas padat, karena debu dari jalan raya bisa masuk lebih banyak.

7. Menggunakan Material Bangunan yang Ramah Debu

Bahan bangunan juga berperan besar dalam tingkat debu di area perkotaan. Gunakan material lantai seperti keramik atau vinyl yang mudah dibersihkan dibandingkan karpet tebal.

Selain itu, saat melakukan renovasi rumah, pastikan area kerja ditutup dengan tirai plastik atau terpal agar debu konstruksi tidak menyebar ke seluruh ruangan.

8. Edukasi dan Kesadaran Lingkungan Warga Kota

Mengurangi debu di perkotaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Edukasi publik tentang dampak polusi debu dan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan harus terus dilakukan.

Program gotong royong membersihkan jalan, penghijauan kota, hingga kampanye “tanpa debu” di sekolah dan kantor bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Berdasarkan riset United Nations Environment Programme (UNEP), kota-kota yang menerapkan program edukasi kebersihan lingkungan mengalami penurunan polusi partikulat hingga 18% dalam kurun waktu tiga tahun.

Baca juga: 7 Tips Aman Saat Terjadi Badai Debu agar Tetap Terlindungi

(NDA)