8 Tumbuhan Penghasil Oksigen yang Membantu Menjaga Kualitas Udara

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan memiliki peran vital dalam menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Oksigen menjadi sumber utama pernapasan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Meskipun pada dasarnya semua tumbuhan menghasilkan oksigen, beberapa jenis tanaman diketahui memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan yang lain. Artikel ini akan membahas beberapa contoh tumbuhan penghasil oksigen yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas udara yang dirangkum dari laman Eureka Farms dan Plantd Life.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Lidah Mertua
Lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dikenal sebagai salah satu tanaman penghasil oksigen terbaik karena kemampuannya menyerap karbon dioksida secara efisien. Tak heran jika tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman hias di rumah maupun kantor. Selain menghasilkan oksigen, lidah mertua juga mampu memurnikan udara dengan menyerap formaldehida, nitrogen oksida, xylena, benzena, serta trikloroetilen.
2. Peace Lily
Peace lily (Spathiphyllum wallisii) menarik perhatian dengan bunga putih khasnya yang elegan. Selain mempercantik ruangan, tumbuhan ini juga mampu menghasilkan udara bersih yang kaya oksigen. Peace lily sangat efektif dalam menghilangkan polutan udara seperti benzena, amonia, formaldehida, dan trikloroetilen, sehingga membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
3. Palem Bambu
Palem bambu (Chamaedorea seifrizii)merupakan tanaman hias yang mudah ditemukan di daerah tropis. Batangnya yang ramping dan tumbuh rimbun memberikan kesan alami di dalam ruangan. Di balik tampilannya yang menarik, palem bambu memiliki kemampuan luar biasa dalam menghasilkan oksigen sekaligus membersihkan udara dari racun seperti formaldehida, trikloroetilen, dan benzena.
4. Weeping Fig
Beringin hias atau weeping fig (Ficus benjamina) dikenal sebagai tanaman yang efektif dalam meningkatkan kualitas udara. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini mampu menurunkan konsentrasi karbon dioksida secara signifikan, sehingga membantu meningkatkan kadar oksigen. Selain itu, beringin hias juga dapat menyerap bahan kimia berbahaya seperti formaldehida, benzena, dan trikloroetilen.
5. Lili Paris
Lili paris atau spider plant (Chlorophytum comosum) merupakan tanaman yang sangat baik dalam menghasilkan oksigen dan menghilangkan polutan udara, seperti karbon monoksida, formaldehida, dan xylena. Tanaman ini juga dikenal mudah dirawat serta mampu bertahan dalam kondisi pencahayaan rendah hingga sedang, sehingga cocok sebagai tanaman hias dalam ruangan.
6. Tanaman Karet
Tanaman karet (Ficus elastica) memiliki daun lebar dan mengilap yang mendukung proses fotosintesis secara optimal. Tanaman ini dikenal sebagai penghasil oksigen sekaligus pembersih udara yang efektif. Tanaman karet membantu mengurangi kandungan formaldehida, karbon monoksida, serta berbagai polutan udara lainnya.
7. Pohon Ek
Pohon ek atau oak tree (Quercus sp.) memang tumbuh relatif lambat, namun hal tersebut sebanding dengan daya tahannya yang luar biasa. Dengan tajuk yang besar, menyebar, dan dedaunan yang lebat, pohon ek dewasa memberikan kontribusi besar terhadap produksi oksigen di lingkungan sekitarnya. Selain itu, pohon ini dapat hidup hingga ratusan tahun dan menjadi habitat bagi berbagai spesies serangga, burung, serta mamalia.
8. Pohon Beringin
Pohon beringin memiliki kanopi yang sangat luas serta akar udara yang memungkinkan pohon ini menutupi area yang besar. Luas permukaan daunnya yang tinggi membuat pohon beringin mampu menghasilkan oksigen dalam jumlah besar. Tak heran jika pohon ini sering dianggap sebagai salah satu penghasil oksigen alami yang paling efektif di lingkungan terbuka.
Baca Juga: Tumbuhan Air Tawar: Jenis-Jenis, Contoh, dan Ciri Utamanya
(SA)
