8 Tumbuhan yang Hidup di Gurun dan Ciri Uniknya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gurun dikenal sebagai lingkungan yang panas dan kering dengan curah hujan yang sangat minim. Kondisi ekstrem ini membuat hanya sedikit tumbuhan yang mampu bertahan hidup. Meski demikian, beberapa spesies tumbuhan yang hidup di gurun telah mengembangkan adaptasi khusus agar tetap dapat tumbuh di habitat tersebut. Adaptasi ini terlihat pada bentuk daun, struktur akar, hingga kemampuan menyimpan air. Simak ulasan lengkap mengenai berbagai tumbuhan yang dapat ditemukan di kawasan gurun beserta ciri-cirinya.
1. Kaktus
Kaktus merupakan tumbuhan paling ikonik dari ekosistem gurun. Menurut laman Arizona State Parks, beberapa jenis kaktus yang umum dijumpai antara lain:
Barrel Cactus (Ferocactus wislizeni): Memiliki bentuk bulat khas dan bunga berwarna kuning, oranye, atau merah, tergantung tempat tumbuhnya.
Prickly Pear Cactus (Opuntia spp.): Batangnya pipih dan hijau, menjadi sumber makanan bagi banyak satwa gurun.
Cholla (Cylindropuntia spp.): Menghasilkan kuncup bunga, biji, serta buah yang bisa dikonsumsi.
Saguaro (Carnegiea gigantea): Kaktus raksasa yang dapat tumbuh sangat tinggi dan menjadi sumber makanan penting bagi berbagai hewan.
2. Pohon Zaitun Laperrine
Pohon Zaitun Laperrine merupakan salah satu spesies pohon yang mampu tumbuh di gurun. Dalam laman World Atlas disebutkn bahwa pohon ini banyak dijumpai di Gurun Sahara. Pohon ini dapat bertahan hidup dengan kemampuannya bereproduksi secara vegetatif. Kayunya digunakan oleh penduduk setempat, sementara daunnya dimanfaatkan untuk obat tradisional serta pakan ternak.
3. Pohon Kurma
Kurma (Phoenix dactylifera) termasuk famili Arecaceae atau palem-paleman. Meskipun kini tersebar di berbagai negara, asalnya diperkirakan dari wilayah Mediterania. Pohon ini memiliki daun panjang dengan duri tajam di pangkalnya. Bunga-bunganya berwarna kuning kecil, tumbuh dalam tangkai panjang. Pada habitat aslinya, kurma diserbuki angin, namun dalam budidaya, penyerbukan sering dilakukan secara manual.
4. Tumbleweed
Tumbleweed dikenal sebagai tanaman yang saat dewasa akan mengering, terlepas dari akarnya, lalu terbawa angin. Saat berguling, tanaman ini melepaskan biji ke berbagai arah, memungkinkan penyebaran yang luas meski hidup di daerah tandus.
5. Agave
Agave (Agave sp.) adalah tumbuhan gurun dengan daunnya yang berduri dan kaku. Banyak bagian agave yang dapat dimanfaatkan, seperti daun, tangkai bunga, bunga, hingga bijinya. Selain itu, serat agave sering digunakan untuk membuat tali, tambang, keranjang, sepatu, dan berbagai kebutuhan lainnya.
6. Ocotillo
Ocotillo (Fouquieria spp.) tampak seperti sekelompok ranting berduri yang kering hampir sepanjang tahun. Namun, Menurut laman San Diego Zoo Animals & Plants, ketika hujan turun, cabang-cabangnya cepat menumbuhkan daun kecil untuk memaksimalkan fotosintesis. Saat musim kering tiba, daunnya akan gugur, sementara batang sukulennya tetap menyimpan air untuk menghadapi kekurangan kelembapan.
7. Juniper
Menurut laman Alderleaf Wilderness College, juniper (Juniperus spp.) merupakan kelompok pohon cemara kecil yang tumbuh di daerah kering. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai sumber kayu, mulai dari bahan pembuat api, hingga kayu untuk busur berburu.
8. Joshua Tree
Joshua tree (Yucca brevifolia) termasuk sebagai tanaman yang hidup di gurun. Berdasarkan laman BBC Wildlife Magazine, pohon yang juga dikenal sebagai palem yucca atau pohon yucca ini, merupakan tanaman asli Gurun Mojave di Amerika Serikat bagian barat daya. Bentuknya unik menyerupai pohon dengan cabang-cabang yang menyebar tidak beraturan.
Baca Juga: Ciri-Ciri Tanaman Kekurangan Cahaya Matahari dan Cara Mengatasinya
(SA)
