Ciri-Ciri Tanaman Kekurangan Cahaya Matahari dan Cara Mengatasinya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cahaya matahari merupakan salah satu faktor vital dalam proses fotosintesis, di mana tanaman mengubah energi cahaya menjadi energi kimia untuk pertumbuhan. Tanpa pencahayaan yang cukup, tanaman tidak dapat menghasilkan makanan secara optimal, sehingga pertumbuhannya terhambat. Namun, banyak orang sering tidak menyadari ciri-ciri tanaman kekurangan cahaya matahari, terutama tanaman hias yang disimpan di dalam ruangan. Artikel ini akan memberitahukan beberapa tanda saat tanaman kekurangan cahaya matahari agar kamu bisa lakukan pencegahan sebelum layu.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Batang Tanaman Tumbuh Memanjang dan Kurus
Ciri paling umum dari tanaman yang kekurangan cahaya adalah batangnya tumbuh panjang, kurus, dan rapuh. Kondisi ini disebut etiolasi, yaitu ketika tanaman berusaha menjangkau sumber cahaya.
Tanaman yang mengalami etiolasi biasanya tampak lebih tinggi dari biasanya, tetapi lemah dan mudah roboh. Daunnya jarang, dan warnanya cenderung pucat. Berdasarkan penelitian dari Royal Horticultural Society (RHS), fenomena ini terjadi karena tanaman meningkatkan produksi hormon auksin untuk mempercepat pertumbuhan ke arah cahaya, namun tanpa dukungan energi yang cukup dari fotosintesis.
2. Daun Menguning dan Rontok
Daun yang kekurangan cahaya matahari tidak dapat melakukan fotosintesis dengan optimal, sehingga klorofil di dalamnya menurun. Akibatnya, daun berubah warna menjadi kuning, kemudian layu dan rontok.
Menurut University of Florida IFAS Extension, kekurangan cahaya menyebabkan tanaman mengalihkan energi hanya untuk mempertahankan bagian inti tubuhnya.
Daun tua biasanya akan gugur lebih dulu, sedangkan daun muda tampak lebih kecil dan pucat. Kondisi ini sering terlihat pada tanaman indoor seperti monstera, peace lily, atau philodendron yang tidak mendapatkan sinar cukup.
3. Warna Daun Pucat dan Tidak Mengilap
Tanaman yang sehat memiliki daun berwarna hijau pekat dan mengilap karena tingginya kadar klorofil. Ketika cahaya berkurang, daun menjadi pucat, bahkan kadang tampak keabu-abuan.
Penelitian oleh ScienceDirect menunjukkan bahwa cahaya matahari berperan penting dalam produksi pigmen klorofil dan antosianin. Tanaman yang tumbuh di area redup tidak hanya kehilangan warna hijaunya, tetapi juga kehilangan daya tahan terhadap penyakit karena proses metabolisme terganggu.
4. Pertumbuhan Daun dan Bunga Terhambat
Tanaman yang tidak mendapat cahaya cukup cenderung sulit berbunga atau bahkan tidak berbunga sama sekali. Bagi tanaman hias berbunga seperti anggrek atau kaktus, ini menjadi tanda yang jelas bahwa intensitas cahaya tidak memadai.
Dalam laporan National Gardening Association disebutkan, cahaya merupakan sinyal biologis bagi tanaman untuk memulai proses pembungaan. Jika sinar tidak cukup, tanaman menunda reproduksi karena tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk membentuk bunga atau buah.
5. Arah Pertumbuhan Tanaman Condong ke Satu Sisi
Salah satu ciri visual paling mudah dikenali dari kekurangan cahaya adalah arah tumbuh tanaman yang condong ke satu sisi, biasanya ke arah jendela atau sumber cahaya. Menurut penelitian dari University of Cambridge Department of Plant Sciences, fenomena ini disebut fototropisme positif, yang disebabkan oleh distribusi hormon pertumbuhan yang tidak merata di batang tanaman.
6. Tanaman Terlihat Layu Meski Sudah Disiram
Banyak orang mengira tanaman layu karena kekurangan air, padahal bisa jadi penyebabnya adalah kurangnya cahaya. Tanpa sinar matahari, proses penguapan dan penyerapan air dari akar menjadi tidak seimbang. Akibatnya, tanaman tampak lemas dan tidak bertenaga.
Menurut Gardening Know How, tanaman yang kekurangan cahaya akan mengurangi aktivitas metabolisme untuk menghemat energi. Hal ini menyebabkan daun tidak dapat berdiri tegak dan tampak layu meski tanahnya lembap.
7. Muncul Jamur atau Lumut di Permukaan Tanah
Kondisi minim cahaya biasanya juga membuat tanah menjadi terlalu lembap, terutama bila penyiraman dilakukan secara rutin. Berdasarkan laporan The Spruce, anah lembap tanpa sirkulasi udara dan sinar matahari cukup dapat memicu pertumbuhan jamur atau lumut di sekitar akar tanaman. Jika dibiarkan, akar tanaman bisa membusuk dan akhirnya mati.
8. Cara Mengatasi Kekurangan Cahaya pada Tanaman
Jika tanamanmu menunjukkan gejala di atas, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memindahkan tanaman ke tempat yang lebih terang. Letakkan di dekat jendela yang mendapat cahaya pagi atau gunakan lampu grow light sebagai pengganti sinar matahari alami.
Selain itu, lakukan rotasi tanaman setiap beberapa hari agar seluruh bagian mendapatkan pencahayaan merata. Kurangi frekuensi penyiraman jika tanaman berada di ruangan lembap, dan pastikan drainase pot berfungsi baik.
Menurut Royal Botanic Gardens, Kew, pemakaian lampu LED berwarna putih dan biru efektif menstimulasi fotosintesis tanaman indoor tanpa menyebabkan daun terbakar.
Baca Juga: 9 Tips Menjaga Tanaman saat Cuaca Terlalu Panas yang Tepat
(NDA)
