Konten dari Pengguna

9 Jenis Monyet di Indonesia dan Ciri-cirinya yang Khas

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi monyeet. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi monyeet. Foto: Unsplash

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman primata melimpah. Banyak di antara spesies monyet merupakan satwa endemik yang tidak ditemukan di tempat lain. Setiap jenis monet di Indonesia memiliki ciri dan perilaku yang unik. Untuk mengenalnya lebih jauh, berikut penjabaran lengkap mengenai berbagai macam monyet di Indonesia yang dirangkum dari laman Bio Explorer dan Bird Watching HQ.

1. Beruk (Macaca nemestrina)

Disebut juga monyet ekor babi Sunda, beruk memiliki tubuh dengan bulu berwarna cokelat kekuningan hingga abu-abu. Spesies ini hidup berkelompok di hutan. Ciri khasnya adalah kaki panjang, moncong tanpa bulu, dan rambut gelap di ubun-ubun kepala.

2. Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)

Dikenal juga sebagai Monyet Pemakan Kepiting atau Cynomolgus Monkey, monyet ini memiliki bulu abu-abu kecokelatan yang lebih pucat di bagian bawah tubuh. Ada sehelai rambut putih di atas bibir yang tampak seperti kumis. Monyet ini di berbagai habitat, mulai dari hutan pantai, hutan hujan hingga dataran rendah. Mereka sering terlihat di kawasan wisata, bahkan tidak jarang mencuri makanan dari tangan manusia.

3. Monyet Hitam Berjambul (Macaca nigra)

Monyet ini berasal dari Pulau Sulawesi dengan ciri khas jambul mencolok di kepala. Spesies ini memiliki rambut berwarna hitam pekat, ekor yang sangat pendek, serta tulang pipinya menonjol.

4. Bekantan (Nasalis larvarus)

Bekantan dikenal juga sebagai proboscis monkey atau long-nosed monkey. Hewan ini termasuk primata endemik Kalimantan yang mudah dikenali dari hidung panjang dan besar pada jantan dewasa. Sementara betinanya memiliki hidung yang lebih kecil dan runcing. Warna rambutnya cokelat kemerahan dengan perut besar yang khas, hasil dari kebiasaan mengonsumsi daun-daunan yang menghasilkan gas saat dicerna. Bekantan hidup di hutan bakau, rawa, dan hutan pantai.

5. Siamang (Symphalangus syndactylus)

Siamang adalah primata besar tanpa ekor dengan bulu hitam tebal dan lengan yang sangat panjang. Mereka hidup di hutan dataran rendah hingga pegunungan. Makanan utamanya adalah buah-buahan, daun muda, serta serangga kecil.

6. Monyet Dumoga Bone (Macaca nigrescens)

Dikenal juga sebagai Monyet Gorontalo, spesies ini berasal dari Pulau Sulawesi. Ciri yang bisa dikenali meliputi punggung berwarna abu-abu kecokelatan, pantat abu-abu, serta kepala, lengan, kaki, dan perut berwarna hitam. Monyet ini memiliki jambul di kepala, meski tidak terlalu menonjol.

7. Monyet Hecki (Macaca hecki)

Monyet Hecki merupakan spesies asli Sulawesi yang memiliki tubuh berwarna kehitaman dengan kaki dan lengan cokelat. Wajahnya lebar, sementara bagian perut berwarna cokelat muda. Karena pola makannya buah, monyet ini berperan penting sebagai penyebar biji di habitat alaminya.

8. Surili Jawa (Presbytis comata)

Surili Jawa merupakan primata endemik dari wilayah barat Pulau Jawa. Tubuhnya berwarna abu-abu kehitaman dari bagian kepala hingga ke bagian punggungnya. Spesies ini kini termasuk terancam punah karena habitatnya semakin sempit akibat deforestasi dan perburuan liar.

9. Monyet Tonkean (Macaca tonkeana)

Monyet Tonkean merupakan spesies endemik dari Sulawesi Tengah. Tubuhnya berwarna cokelat gelap hingga hitam, dengan tulang pipi lebar. Mereka dikenal sangat cerdas, kreatif, dan memiliki hubungan sosial yang erat dalam kelompoknya.

Baca Juga: 10 Contoh Hewan Australis yang Dapat Ditemukan di Indonesia

(SA)