Konten dari Pengguna

Air Keras Terbuat dari Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi air keras. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi air keras. Foto: Pexels

Air keras merupakan cairan yang bersifat korosif, artinya dapat menyebabkan kerusakan atau melarutkan struktur bahan lain. Meski berbahaya, air keras sebenarnya memiliki fungsi penting dalam dunia industri. Namun, jika tidak ditangani dengan benar, bahan ini bisa menimbulkan luka bakar parah pada manusia dan kerusakan pada benda yang bersentuhan dengannya. Lantas, air keras terbuat dari apa? Umumnya, cairan ini berasal dari campuran kelompok asam kuat atau basa kuat. Simak penjelasan mengenai kandungan utama yang sering dijadikan air keras berdasarkan laman Conduct Science dan Sciencing.

Daftar isi

1. Asam Sulfat (H₂SO₄)

Asam sulfat merupakan salah satu bahan kimia industri paling penting. Zat ini berperan besar dalam produksi berbagai barang manufaktur seperti pupuk, pewarna, cat, pigmen kain, bahan peledak, logam, dan baterai. Selain berbahaya bagi manusia, pelepasan asam sulfat ke atmosfer juga dapat menyebabkan hujan asam yang merusak lingkungan.

2. Asam Klorida (HCl)

Asam klorida umumnya digunakan dalam produksi baterai, bahan pembersih, dan pembuatan baja. Uniknya, tubuh manusia juga secara alami menghasilkan asam klorida di dalam lambung untuk membantu pencernaan makanan dan melawan mikroba penyebab infeksi. Namun, jika asam klorida kuat ini terkena kulit, ia dapat menyebabkan luka bakar serius.

3. Asam Nitrat (HNO₃)

Asam nitrat memiliki fungsi yang mirip dengan asam sulfat. Ia digunakan dalam pembuatan pupuk, plastik, pewarna, hingga bahan peledak. Sebagai zat korosif kuat, asam nitrat mampu melarutkan banyak bahan, termasuk sebagian besar logam. Kontak langsung dengan kulit dapat menyebabkan luka bakar parah.

4. Asam Perklorat (HClO4)

Asam perklorat dikenal sebagai salah satu asam paling berbahaya. Zat ini sangat korosif dan mudah membentuk campuran yang bisa meledak bila bereaksi dengan bahan lain. Saking kuatnya, asam perklorat digunakan dalam produksi bahan bakar roket, serta untuk memoles logam.

5. Natrium Hidroksida (NaOH)

Natrium hidroksida merupakan basa kuat yang sangat korosif. Ia banyak digunakan dalam industri kertas, bahan pembersih, dan pengolahan logam. Jika tidak disimpan dengan benar, cairan ini bisa berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

6. Kalium Hidroksida (KOH)

Kalium hidroksida banyak digunakan dalam produksi pupuk, biodiesel, serta sabun. Meski berguna, zat ini tetap termasuk basa kuat yang sangat beresiko melukai jika tidak ditangani dengan alat pelindung diri yang memadai.

7. Natrium Hipoklorit (NaClO)

Natrium hipoklorit dikenal luas dalam berbagai industri sebagai zat pemutih dan disinfektan. Ia digunakan dalam pengelolaan limbah, industri medis, hingga pertanian sebagai pestisida. Meski begitu, natrium hipoklorit tetap bisa berbahaya dalam konsentrasi tinggi, terutama bila bercampur dengan bahan kimia lain seperti asam, karena dapat menghasilkan gas beracun klorin (Cl₂).

Baca Juga: Ciri-Ciri Air Hujan yang Bersih dan Tercemar di Lingkungan Sekitar

(SA)