Ciri-Ciri Air Hujan yang Bersih dan Tercemar di Lingkungan Sekitar

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Air hujan sering dianggap sebagai salah satu bentuk air paling murni karena berasal langsung dari proses penguapan dan kondensasi di atmosfer. Namun, dalam perjalanannya menuju permukaan bumi, air hujan dapat membawa berbagai polutan dari udara. Kebersihan air hujan sangat dipengaruhi oleh tingkat polusi lingkungan hingga permukaan tempat hujan jatuh. Agar dapat mengenali ciri-ciri air hujan yang bersih dan tercemar, simak penjelasan lengkapnya pada uraian di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Ciri-Ciri Air Hujan yang Bersih
Berdasarkan komposisinya, air hujan merupakan cairan elektrolit yang mengandung berbagai ion. Berikut ciri-ciri air hujan yang bebas polusi menurut laman SA Health:
Terlihat jernih tanpa warna lain yang tidak biasa.
Tidak memiliki rasa tertentu.
Umumnya memiliki pH sekitar 5,6. Air hujan sedikit asam karena secara alami berinteraksi dengan karbon dioksida di atmosfer yang membentuk asam karbonat lemah.
Tidak mengeluarkan bau apa pun.
Tidak menyebabkan gatal atau reaksi kulit lainnya saat terkena tubuh.
2. Ciri-Ciri Air Hujan yang Tercemar
Mengutip U.S. Environmental Protection Agency (EPA), polutan udara seperti sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen oksida (NOₓ), serta partikel lain dari emisi kendaraan dan industri dapat membawa senyawa asam ke dalam air hujan. Interaksi ini dapat menghasilkan hujan asam yang berbahaya bagi manusia maupun lingkungan. Berikut tanda-tandanya:
Air memiliki bau tidak sedap yang mengindikasikan telah polutan dari udara.
Memiliki pH di bawah 5,6 karena bereaksi dengan gas-gas seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida.
Berwarna tidak biasa, seperti kehijauan, kehitaman, atau kecokelatan. Warna ini menandakan adanya zat kimia organik dan anorganik yang terbawa dari atmosfer.
Cenderung terlihat keruh atau tidak jernih. Tingkat kekeruhan yang tinggi menunjukkan adanya pencemaran secara fisik, kimia, maupun biologis.
Dapat menimbulkan reaksi negatif bagi manusia dan lingkungan sekitar.
3. Dampak Air Hujan yang Tercemar
Polusi udara menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Berdasarkan penjelasan dari WebMD, berikut beberapa akibat dari air hujan yang sudah tercemar:
Melarutkan nutrisi penting di tanah sehingga menghambat pertumbuhan tanaman, dan menurunkan hasil pertanian.
Dapat meresap ke air tanah sehingga menurunkan pH dan mencemari sumber air utama.
Membahayakan kehidupan akuatik, yang pada akhirnya menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati.
Tanaman menjadi lebih rentan terhadap penyakit, sementara habitat hewan terganggu akibat perubahan kualitas air dan tanah.
Merusak struktur bangunan, logam, dan cat akibat reaksi asam yang kuat. Dalam jangka panjang, hal ini menyebabkan korosi pada permukaaan benda.
Menimbulkan kabut asap yang mengganggu jarak pandang dan berpotensi berbahaya bagi kesehatan pernapasan.
Baca Juga: Ciri-Ciri Air Layak Minum Tanpa Alat Uji yang Perlu Diperhatikan
(SA)
