Konten dari Pengguna

Akibat Revolusi Bulan Bagi Kehidupan di Bumi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi revolusi bulan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi revolusi bulan. Foto: Unsplash

Revolusi bulan adalah peredaran bulan mengelilingi bumi pada orbitnya. Waktu yang dibutuhkan bulan untuk menyelesaikan satu putaran penuh mengelilingi bumi sekitar 27,3 hari. Saat bulan bergerak mengelilingi bumi, posisi relatif antara bulan, bumi, dan matahari terus berubah. Perubahan posisi inilah yang menyebabkan berbagai fenomena alam di bumi. Simak penjelasan lengkap mengenai akibat revolusi bulan berikut ini.

Daftar isi

1. Terjadinya Fase-Fase Bulan

Salah satu dampak revolusi bulan adalah munculnya fase-fase bulan. Saat bulan mengelilingi bumi, bagian permukaan bulan yang terkena sinar matahari terlihat berbeda-beda jika dilihat dari bumi. Perubahan ini menyebabkan bentuk bulan tampak berubah setiap malam. Siklus fase bulan berlangsung sekitar 29,5 hari. Menurut laman Moon Phases UK, berikut urutan fase-fase bulan:

  • Bulan baru (new moon): Bulan berada di antara bumi dan matahari, sehingga tidak terlihat dari bumi.

  • Bulan sabit awal (waxing crescent): Sisi bulan yang terkena sinar matahari mulai tampak seperti sabit.

  • Bulan kuartal pertama (first quarter): Dikenal juga sebagai bulan Separuh karena setengah permukaan bulan terlihat terang.

  • Bulan cembung awal (waxing gibbous): Permukaan bulan tampak tiga perempat lingkaran.

  • Bulan purnama (full moon): Bulan tampak bulat sempurna karena seluruh permukaannya disinari matahari.

  • Bulan cembung akhir (waning gibbous): Cahaya bulan mulai berkurang, berbentuk tiga perempat lingkaran.

  • Bulan kuartal akhir (last quarter): Disebut juga dengan bulan separuh karena setengah permukannya terlihat terang, sementara sisanya gelap.

  • Bulan sabit akhir (waning crescent): Bagian terang semakin mengecil hingga akhirnya menjadi bulan baru kembali.

2. Pasang Surut Air Laut

Revolusi bulan menyebabkan pasang surut air laut, yaitu naik turunnya permukaan laut akibat pengaruh gaya gravitasi antara bumi, bulan, dan matahari. Fenomena ini penting bagi ekosistem laut serta aktivitas nelayan dan pelayaran. Menurut Darna Susantie dalam buku Dasar-Dasar Ekologi Perairan, terdapat dua jenis utama pasang surut air laut akibat revolusi bulan:

  • Pasang Purnama (Spring Tide): Terjadi saat bulan, bumi, dan matahari berada pada satu garis, seperti pada fase bulan baru atau purnama. Tarikan gravitasi keduanya saling menguatkan, menyebabkan air laut pasang lebih tinggi dari biasanya.

  • Pasang Perbani (Neap Tide): Terjadi saat bulan dan matahari berada pada posisi tegak lurus terhadap bumi, seperti pada fase kuartal pertama atau akhir. Tarikan gravitasi melemah, sehingga pasang air laut lebih kecil.

3. Terjadinya Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari

Dampak lain dari revolusi bulan yaitu menyebabkan terjadinya gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari. Fenomena ini terjadi ketika orbit bulan sejajar dengan garis antara matahari dan bumi. Berdasarkan penjelasan dari NASA Space Place:

  • Gerhana matahari terjadi saat bulan berada di antara bumi dan matahari, menutupi sebagian atau seluruh cahaya matahari sehingga bayangannya jatuh ke bumi.

  • Gerhana bulan terjadi saat bumi berada di antara matahari dan bulan, menyebabkan bayangan bumi jatuh ke permukaan bulan.

4. Pengaruh Terhadap Sistem Penanggalan

Selain berdampak pada fenomena alam, revolusi bulan juga berpengaruh besar terhadap sistem penanggalan. Banyak budaya di dunia menggunakan siklus revolusi bulan untuk menentukan waktu, salah satunya adalah kalender Hijriah dalam Islam dan kalender Cina tradisional.

Baca Juga: Fakta Unik Planet Saturnus, Ada Cincin yang Spektakuler hingga Bulan Misterius

(SA)