Apa Itu Asteroid Belt di Tata Surya? Ini Penjelasan Lengkapnya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asteroid belt atau sabuk asteroid adalah wilayah luas di dalam tata surya yang dipenuhi oleh jutaan objek batuan dengan ukuran yang sangat beragam. Zona ini terletak di antara orbit Mars dan Jupiter, sehingga menjadi semacam pemisah antara planet-planet bagian dalam dan planet-planet luar. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan asteroid belt? Simak pembahasan selengkapnya mengenai sabuk asteroid pada uraian di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pengertian Asteroid Belt
Asteroid belt adalah area di ruang angkasa yang berisi kumpulan asteroid, batuan, hingga debu yang bentuknya tidak beraturan. Ukurannya beragam, mulai dari yang diameternya kurang dari satu mil hingga objek raksa berdiameter ratusan kilometer. Semua benda ini terus bergerak mengelilingi Matahari mengikuti orbit masing-masing.
2. Lokasi Asteroid Belt dalam Tata Surya
Sabuk asteroid terletak di antara orbit Mars (planet dalam) dan Jupiter (planet luar), pada jarak sekitar dua hingga empat kali jarak Bumi ke Matahar. Di sinilah sebagian besar asteroid dalam tata surya berada dan mengorbit Matahari.
Menurut laman Space, di dalam sabuk asteroid terdapat area-area kosong yang disebut celah Kirkwood. Celah ini muncul karena resonansi orbit dengan Jupiter. Tarikan gravitasi Jupiter yang sangat kuat membuat beberapa wilayah menjadi jauh lebih kosong daripada bagian sabuk lainnya. Karena sabuk asteroid begitu luas, peluang untuk benda-benda luar angkasa menabrak sangat kecil.
3. Asal-Usul Terbentuknya Asteroid Belt
Asal-usul sabuk asteroid diyakini berasal dari sisa proses pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu. Menurut laman Cool Cosmos, para astronom berpendapat bahwa materi di sabuk asteroid merupakan bahan yang gagal membentuk planet, atau sisa pecahan planet yang telah hancur sejak lama.
Interaksi gravitasi, terutama dari Jupiter, membuat material-material ini tidak dapat bersatu menjadi satu planet utuh. Akibatnya, mereka tetap menjadi kumpulan batuan kecil yang akhirnya tersebar dan membentuk sabuk asteroid seperti yang ada saat ini.
4. Jenis-Jenis Asteroid di Sabuk Asteroid
Asteroid di sabuk asteroid tidak semuanya memiliki komposisi yang sama. Berdasarkan laman How Stuff Works, berikut kategori utama asteroid yang umum ditemukan.
Asteroid Tipe C (Carbonaceous): Merupakan tipe yang paling banyak ditemukan. Asteroid ini kaya karbon, berwarna sangat gelap, dan cenderung menyerap cahaya.
Asteroid Tipe S (Silicaceous): Didominasi oleh silikat besi-magnesium dan logam besi. Tipe ini paling banyak berada di bagian dalam sabuk asteroid dan semakin jarang ditemukan di bagian luar. Warna mereka lebih terang dibanding tipe C.
Asteroid Tipe M (Metallic): Asteroid tipe ini terbuat dari campuran logam, terutama nikel dan besi. Mereka cukup terang dan sering ditemukan di wilayah tengah sabuk asteroid.
Baca Juga: Fakta Unik Planet Saturnus, Ada Cincin yang Spektakuler hingga Bulan Misterius
(SA)
