Konten dari Pengguna

Apa Itu Lubang Hitam? Ini Penjelasannya dalam Ilmu Sains

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lubang hitam. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lubang hitam. Foto: Unsplash

Lubang hitam atau black hole adalah salah satu objek paling misterius dan menakutkan di alam semesta. Merujuk penjelasan dari NASA, lubang hitam adalah tempat di ruang angkasa di mana gravitasi menarik begitu kuat sehingga bahkan cahaya pun tidak bisa keluar. Gravitasi yang luar biasa kuat ini terjadi karena materi terjepit ke dalam ruang yang sangat kecil, menciptakan daya tarik yang hampir tidak terbatas. Meskipun kita tidak bisa melihat lubang hitam secara langsung karena sifatnya yang tidak memancarkan cahaya, para ilmuwan dapat mendeteksi keberadaannya melalui pengaruhnya terhadap bintang dan gas di sekitarnya.

Daftar isi

Bagaimana Lubang Hitam Terbentuk

Lubang hitam terbentuk melalui proses yang sangat dramatis di alam semesta. Berdasarkan informasi dari National Geographic, cara paling umum pembentukan lubang hitam adalah melalui kematian bintang raksasa. Ketika bintang yang massanya 10 hingga 20 kali lebih besar dari matahari mencapai akhir hidupnya, ia akan kehabisan bahan bakar nuklir dan tidak lagi mampu melawan gravitasinya sendiri.

Bintang tersebut kemudian meledak dalam supernova yang dahsyat, melemparkan materi ke luar angkasa namun meninggalkan inti yang sangat padat. Inti bintang yang tersisa ini kemudian runtuh ke dalam dirinya sendiri, menciptakan titik dengan gravitasi yang sangat kuat. Jika massanya cukup besar dan menyusut menjadi titik yang sangat kecil, terbentuklah lubang hitam bintang atau stellar black hole.

Jenis-Jenis Lubang Hitam

Para astronom telah mengidentifikasi beberapa jenis lubang hitam berdasarkan ukuran dan massanya. Jenis pertama adalah lubang hitam mini atau primordial black holes yang ukurannya sangat kecil, bahkan bisa seukuran atom namun memiliki massa seperti gunung besar. Jenis kedua adalah stellar black hole dengan massa sekitar 20 kali massa matahari, tersebar di berbagai tempat di galaksi Bima Sakti kita.

Jenis ketiga adalah lubang hitam supermasif atau supermassive black hole yang memiliki massa miliaran kali lipat massa matahari. Lubang hitam supermasif ini berada di pusat hampir setiap galaksi, termasuk di jantung galaksi Bima Sakti yang dikenal dengan nama Sagittarius A dengan massa setara 4 juta matahari.

Fenomena Spagetifikasi di Lubang Hitam

Salah satu fenomena paling aneh yang terjadi di sekitar lubang hitam adalah spagetifikasi atau spaghettification. Merujuk data dari berbagai sumber astronomi, jika sebuah objek atau bahkan manusia terhisap mendekati lubang hitam, tubuhnya akan mengalami tarikan gravitasi yang sangat berbeda antara bagian yang lebih dekat dengan lubang hitam dibandingkan bagian yang lebih jauh.

Perbedaan gaya gravitasi ini membuat objek tersebut meregang dan memanjang seperti mie atau spaghetti. Proses ini terjadi karena kaki seseorang yang lebih dekat dengan lubang hitam akan tertarik jauh lebih kuat dibandingkan kepala, menyebabkan tubuh teregang hingga terpisah menjadi untaian atom yang sangat panjang.

Radiasi Hawking dan Nasib Akhir Lubang Hitam

Meskipun lubang hitam dikenal sebagai objek yang menghisap segalanya, fisikawan Stephen Hawking pada tahun 1974 membuktikan bahwa lubang hitam sebenarnya tidak abadi. Berdasarkan teori Radiasi Hawking, lubang hitam memancarkan radiasi partikel yang sangat lemah akibat efek kuantum di sekitar event horizon.

Proses ini menyebabkan lubang hitam secara perlahan kehilangan massa dan energi, fenomena yang disebut penguapan lubang hitam atau black hole evaporation. Untuk lubang hitam bermassa matahari, proses penguapan ini membutuhkan waktu sangat lama, sekitar 10^67 tahun.

Lubang hitam supermasif bahkan memerlukan waktu hingga 10^100 tahun untuk menguap sepenuhnya. Di akhir proses penguapannya, lubang hitam akan meledak dalam semburan sinar gamma yang sangat dahsyat.

Apakah Lubang Hitam Berbahaya Bagi Bumi

Banyak orang khawatir bahwa Bumi bisa terhisap ke dalam lubang hitam, namun NASA meyakinkan bahwa hal ini sangat tidak mungkin terjadi. Lubang hitam terdekat dari Bumi berjarak sekitar 150 tahun cahaya, sangat jauh untuk bisa mempengaruhi planet kita. Bahkan jika seandainya matahari kita tiba-tiba berubah menjadi lubang hitam dengan massa yang sama, Bumi tidak akan terhisap ke dalamnya.

Bumi akan tetap mengorbit lubang hitam tersebut dengan jarak dan kecepatan yang sama seperti sekarang, hanya saja kita akan kehilangan cahaya matahari. Lubang hitam tidak berkeliaran di luar angkasa untuk menghisap benda-benda secara aktif, mereka hanya menarik objek yang melintas terlalu dekat dengan event horizon mereka.

Baca juga: Penemu Black Hole Pertama Kali dan Sejarahnya

(NDA)