Konten dari Pengguna

Apakah Biawak Beracun? Ini Penjelasannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi biawak. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biawak. Foto: Unsplash

Biawak merupakan reptil dari genus Varanus yang dapat ditemukan di alam liar di beberapa benua, seperti Asia, Afrika, dan Australia. Hewan ini memiliki banyak spesies dengan ukuran yang bervariasi. Karena penampilannya yang tampak menyeramkan, banyak orang kerap bertanya-tanya, apakah biawak beracun? Artikel ini akan membahas fakta ilmiah beserta penjelasan lengkap seputar ciri-ciri lain yang dimiliki biawak.

Daftar isi

1. Fakta Tentang Racun pada Biawak

Menurut laman National Parks Board, sebagian besar spesies biawak memang memiliki kelenjar yang dapat mengeluarkan zat racun. Mereka umumnya menggunakan racun ini untuk melemahkan mangsa yang lebih kecil. Selain itu, air liur biawak juga mengandung berbagai bakteri yang dapat menyebabkan infeksi bila masuk ke luka gigitan. Meskipun biawak memiliki racun, efeknya tidak fatal bagi manusia tetapi tetap dapat menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan ringan.

2. Gejala Gigitan Biawak

Racun biawak tidak mematikan bagi manusia, tetapi gigitannya dapat menyebabkan luka yang menyakitkan dan berpotensi terinfeksi. Oleh karena itu, penting untuk segera mengobati gigitan hewan ini. Berdasarkan laman A-Z Animals, beberapa gejala yang dapat muncul setelah tergigit biawak antara lain:

  • Nyeri pada area luka

  • Bengkak di sekitar lokasi gigitan

  • Pendarahan

  • Sakit kepala

  • Keringat berlebih

3. Ciri-Ciri Umum Biawak

Biawak memiliki leher panjang, tungkai kokoh, dan ekor kuat yang bisa mencapai setengah dari panjang tubuhnya. Cakar mereka tajam yang berfungsi untuk menggali atau memanjat. Ukurannya bervariasi tergantung spesies, namun rata-rata biawak memiliki panjang antara 1 hingga 3 meter dari ujung kepala hingga ekor. Seperti reptil lainnya, biawak memiliki lidah panjang bercabang menyerupai ular, yang mereka gunakan untuk mendeteksi bau di udara dan menentukan lokasi mangsa dengan akurat.

4. Habitat dan Pola Makan

Sebagian besar biawak hidup di darat, tetapi beberapa spesies lebih suka tinggal di pepohonan atau di sekitar perairan. Menurut laman WebMD, biawak termasuk hewan karnivora yang memangsa berbagai jenis hewan seperti mamalia kecil, burung, telur, serangga, reptil kecil, hingga bangkai. Menariknya, beberapa spesies juga memakan buah-buahan. Dengan kemampuan berburu dan berenang yang andal, biawak dapat menangkap mangsa baik di darat maupun di air.

5. Mekanisme Pertahanan Diri

Pada dasarnya biawak tidak agresif terhadap manusia. Mereka hanya akan menyerang bila merasa terpojok. Menurut laman Earth's Friends, ketika merasa terancam, biawak akan berusaha menakuti lawan dengan menggembungkan tubuh, mengeluarkan suara mendesis, dan mengibaskan ekornya. Posisi tubuhnya akan tegak dengan keempat kaki mencengkeram tanah. Jika ancaman terus berlanjut, biawak akan membuka mulutnya lebar-lebar sebagai peringatan.

Baca Juga: 10 Contoh Hewan Australis yang Dapat Ditemukan di Indonesia

(SA)