Konten dari Pengguna

Apakah Kucing Bisa Kentut? Ini Penjelasan Lengkapnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kucing. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kucing. Foto: Unsplash

Perilaku kucing yang tidak biasa sering kali membuat pemiliknya penasaran. Salah satunya terkait pertanyaan, apakah kucing bisa kentut? Sama seperti hewan lain, kucing dapat kentut karena adanya gas yang terbentuk di saluran pencernaan. Gas ini keluar melalui rektum sebagai bagian dari proses alami tubuh. Untuk memahami penyebab, tanda yang perlu diwaspadai, hingga cara mengatasinya, simak penjelasan yang disajikan pada artikel berikut ini.

Daftar isi

1. Penyebab Kucing Kentut

Kucing memiliki sistem pencernaan yang memproses makanan sehingga menghasilkan gas. Gas ini kemudian dikeluarkan dalam bentuk kentut. Mengutip laman PetMD, berikut beberapa penyebab kentut pada kucing, mulai dari yang ringan hingga serius:

  • Pergantian makanan tanpa masa transisi 7–10 hari.

  • Pola makan yang terlalu banyak serat, jenis serat yang menghasilkan gas, atau sumber protein yang sulit dicerna kucing.

  • Kucing makan terlalu cepat sehingga menelan banyak udara bersama makannya.

  • Parasit usus, seperti cacing.

  • Infeksi bakteri atau virus.

  • Ketidakseimbangan mikroba, misalnya akibat antibiotik, perubahan pola makan mendadak, kebiasaan mencari makanan sembarangan, atau masalah pencernaan yang mendasarnya.

  • Penyakit radang usus (Inflammatory Bowel Disease/IBD).

  • Kondisi malabsorpsi, yaitu nutrisi tidak terserap dengan baik oleh tubuh kucing.

2. Tanda Ketut Kucing yang Perlu Diwaspadai

Kentut sesekali adalah hal normal pada kucing sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika kentut berlangsung terus-menerus, berbau menyengat, atau disertai gejala lain, hal ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan. Mengutip laman Noblet Vet Clinic, berikut tanda-tanda kentut kucing yang perlu diwaspadai:

  • Kentut lebih sering dari biasanya, bisa menjadi indikasi gangguan pencernaan.

  • Kentut berbau tajam yang tidak biasa, mungkin terkait infeksi parasit atau IBD kucing.

  • Muncul gejala tambahan seperti diare, muntah, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, lesu, atau sakit perut.

Jika tanda-tanda ini terlihat pada kucing, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter hewan supaya dapat mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi tubuhnya.

3. Cara Mengatasi Kentut Berlebih pada Kucing

Gas berlebih pada kucing bisa diatasi dengan berbagai cara, tergantung pada penyebabnya. Mengutip laman The Vets, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Jika perut kembung muncul setelah mengganti makanan, coba kembalikan ke pola makan sebelumnya atau pilih makanan berkualitas lebih baik.

  • Dokter hewan mungkin akan meresepkan obat cacing jika penyebabnya adalah parasit.

  • Dokter hewan juga dapat memberian probiotik yang bisa membantu mengurangi gas sekaligus mendukung mikrobioma usus yang sehat.

  • Jika ada gejala lain yang menyertai, dokter hewan dapat merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes darah, tes feses, hingga pencitraan dengan USG, rontgen, atau endoskopi.

Baca Juga: Penyebab Mata Anak Kucing Berair yang Perlu Diwaspadai

(SA)