Konten dari Pengguna

Apakah Tokek Berbahaya? Ini Penjelasannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tokek. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tokek. Foto: Unsplash

Tokek kerap terlihat merayap di dinding, langit-langit, atau di luar rumah. Hewan ini umumnya hidup di daerah beriklim hangat, seperti di Indonesia. Warna tubuhnya beragam dengan tekstur kulit yang unik. Namun, di balik penampilannya yang mencolok, banyak orang masih bertanya-tanya, apakah tokek berbahaya bagi manusia? Simak penjelasan berikut untuk mengetahui fakta sebenarnya.

Daftar isi

1. Tingkat Bahaya Tokek bagi Manusia

Secara umum, tokek tidak berbahaya bagi manusia. Menurut laman Wildlife X Team, tokek bukan hewan berbisa dan tidak menyerang tanpa sebab. Mereka justru lebih sering menghindari manusia ketimbang mendekat. Tokek hanya akan menggigit jika merasa terancam. Meskipun memiliki gigi kecil, kekuatan gigitannya tidak cukup untuk menembus kulit manusia. Luka akibat gigitan tokek biasanya ringan, hanya berupa goresan kecil.

2. Ciri-ciri Tokek yang Bisa Diamati

Tokek adalah reptil darat yang bentuk tubuhnya menyerupai kadal kecil. Berdasarkan laman Animal Club, berikut beberapa ciri khas tokek yang mudah dikenali:

  • Tokek memiliki pendengaran, penciuman, dan peraba yang sangat tajam. Hal ini membantu mereka dalam mencari mangsa sekaligus menghindari predator.

  • Saat berburu, tokek menggunakan lidah panjang yang dilapisi air liur lengket untuk menangkap serangga.

  • Kulit tokek bersifat kering, tidak bersisik, serta memiliki kemampuan alami untuk melindungi diri dari bakteri dan air. Kulit ini juga selalu tampak bersih karena sifatnya yang mampu membersihkan diri sendiri.

  • Tokek mengganti kulit setiap bulan saat dewasa. Setelahnya, mereka akan memakan kulit bekas tersebut untuk mendapatkan kembali nutrisi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan kulit baru.

  • Selain itu, tokek berganti kulit seperti ular setiap bulan di masa dewasa karena mempertahankan pertumbuhan, pola makan, metabolisme, dan faktor biologis lainnya yang tepat.

  • Tokek tidak memiliki kelenjar di kulitnya, sehingga kemungkinan mereka menghasilkan racun sangat kecil.

3. Pola Makan Tokek di Alam

Tokek dikenal sebagai hewan karnivora, artinya mereka memakan apa pun yang lebih kecil dari tubuhnya. Makanan utama tokek adalah serangga. Namun, dalam kondisi tertentu, mereka juga bisa memangsa moluska kecil, telur tokek lain, bahkan tikus yang kecil.

4. Manfaat Tokek bagi Lingkungan

Keberadaan tokek di sekitar rumah sebenarnya membawa manfaat. Hewan ini membantu mengendalikan populasi serangga yang sering menjadi hama bagi manusia. Tokek memakan berbagai serangga seperti kecoa, kutu, rayap, dan semut, yang semuanya berpotensi mengganggu kenyamanan. Hal ini membuat tokek berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar tempat tinggal.

Baca Juga: Perbedaan Ular Welang dan Weling: Kenali Ciri-ciri Fisik, Habitat, dan Bahayanya

(SA)