Apakah Virus Makhluk Hidup? Ini Penjelasannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika membicarakan virus, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah virus bisa disebut makhluk hidup atau bukan? Virus dikenal sebagai organisme mikroskopis yang mampu menginfeksi inang, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Menariknya, setiap jenis virus biasanya hanya menginfeksi inang tertentu. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Penyebab Virus Tidak Dianggap Makhluk Hidup
Virus tidak diklasifikasikan sebagai organisme hidup karena tidak mampu menjalankan fungsi biologisnya secara mandiri. Ia sepenuhnya bergantung pada inang untuk bereplikasi dan melakukan proses metabolisme. Mengutip laman Britannica, beberapa alasan utama mengapa virus dianggap bukan makhluk hidup antara lain:
Virus tidak bisa melakukan metabolisme, termasuk mensintesis protein atau menghasilkan energi sendiri.
Virus tidak dapat bereproduksi tanpa menginfeksi sel hidup. Hanya setelah masuk ke dalam inang, virus mampu menggandakan dirinya.
Virus juga tidak mengeluarkan produk limbah, termasuk kotoran.
2. Karakteristik Utama Virus
Menurut buku Mikrobiologi Farmasi karya Andi Ifriany Harum dkk., berikut ciri-ciri umum virus yang membedakannya dari organisme lain:
Hanya memiliki satu jenis asam nukleat (DNA atau RNA) yang diselubungi oleh kapsid atau selubung protein.
Berukuran sangat kecil, sekitar 20–400 nm, sehingga hanya bisa diamati dengan mikroskop elektron.
Tubuh virus tidak berbentuk sel, sehingga virus tidak memiliki inti sel, membran plasma, dan sitoplasma yang diperlukan untuk proses pertumbuhan.
Dapat bertahan hidup di luar inang hingga kapsid virus rusak seiring waktu.
Memiliki beberapa bentuk tubuh, yaitu bulat, batang, bentuk T, dan silindris.
Hanya hidup dan berkembang biak pada sel inang atau dikenal juga sebagai parasit intraseluler obligat.
Dapat membentuk kristal.
3. Cara Virus Berkembang Biak
Dalam buku Virus dan Peranannya: Materi Ajar IPA Biologi Fase E, Kelas X oleh Drs. Akmal, M.Pd., dijelaskan bahwa virus dapat berkembang biak melalui dua siklus, yaitu litik dan lisogenik.
Siklus Litik: Terjadi jika sel inang memiliki ketahanan yang lemah. Virus melekat pada sel, kemudian menyuntikkan asam nukleatnya. Setelah itu, sel inang dipaksa memproduksi asam nukleat dan komponen tubuh virus, lalu merakitnya menjadi virus baru. Akhir siklus ini sel inang pecah dan melepaskan virus-virus baru.
Siklus Lisogenik: Terjadi jika sel inang memiliki ketahanan tinggi. Dalam siklus ini, asam nukleat virus menyatu dengan materi genetik sel inang tanpa langsung merusaknya. Sel inang tetap bisa memperbanyak diri sambil membawa materi genetik virus. Siklus ini dapat berubah menjadi litik jika kondisi memungkinkan.
4. Contoh Peran Virus dalam Kehidupan
Meskipun sering dikenal karena dampak buruknya, virus tidak selalu merugikan. Beberapa peran virus dalam kehidupan, mengutip Cleveland Clinic dan sumber lain, antara lain:
Penyakit pada manusia: Virus bisa menyebabkan influenza, HIV/AIDS, HPV, polio, cacar air, hingga hepatitis.
Penyakit pada hewan: Menyebabkan rabies, kanker, penyakit kuku dan mulut, tumor, hingga tetelo.
Penyakit pada tumbuhan: Virus dapat memicu penyakit mosaik, tungro, daun menggulung, hingga degenerasi pembuluh tapis.
Bidang medis: Virus dimanfaatkan untuk pembuatan antitoksin, melemahkan bakteri, hingga produksi vaksin.
Baca Juga: Pengertian Eksositosis, Fungsi, Proses, dan Contohnya
(SA)
