Pengertian Eksositosis, Fungsi, Proses, dan Contohnya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian eksositosis adalah bentuk transportasi aktif yang memungkinkan sel memindahkan material ke luar sel. Zat yang akan dikeluarkan dibungkus dalam vesikel dengan membran plasma sebelum dilepaskan. Proses eksositosis ini sangat penting baik pada sel tumbuhan maupun hewan. Untuk memahami lebih jelas, berikut penjelasan mengenai proses eksositosis lengkap dengan contohnya.
1. Pengertian Eksositosis
Eksositosis merupakan mekanisme transportasi molekul besar melintasi membran plasma dari dalam menuju luar sel. Menurut buku Buku Ajar Konsep Farmakologi, Farmakokinetik, dan Farmakodinamik karya Yusticia Katar, molekul yang dikeluarkan melalui eksositosis biasanya berupa protein, polisakarida, atau asam nukleat. Mekanisme ini dapat diamati pada berbagai sel kelenjar yang mengeluarkan sekresinya.
2. Fungsi Eksositosis
Mengutip laman ThoughtCo, eksositosis memiliki beberapa fungsi utama, di antaranya:
Mengeluarkan zat dan molekul limbah dari dalam sel, seperti hormon, protein, dan neurotransmiter.
Mendukung komunikasi antar sel melalui pengiriman sinyal kimia.
Membantu membangun kembali membran sel dengan menyatukan kembali lipid dan protein yang sebelumnya dikeluarkan.
3. Proses Eksositosis dalam Sel
Meskipun proses pemindahan molekul dari organel ke membran sel terlihat sederhana, sebenarnya terdapat beberapa tahap penting yang memungkinkan perpindahan ini terjadi. Menurut laman Science ABC, proses eksositosis berlangsung melalui tahapan berikut:
Pembentukan vesikel: Makromolekul yang akan dikeluarkan dikemas terlebih dahulu dalam vesikel, biasanya terbentuk dari aparatus Golgi.
Transportasi vesikel: Vesikel bergerak dari tempat pembentukannya ke membran sel menggunakan protein motor di dalam sel.
Tethering: Vesikel terhubung dan tertarik untuk bersentuhan dengan membran sel.
Docking: Membran vesikel melekat pada membran sel. Lapisan ganda fosfolipid membran vesikel dan membran sel mulai bergabung.
Priming: Terjadi modifikasi pada vesikel dan membran, yang melibatkan lemak serta protein. Tahap ini penting agar sinyal pemicu eksositosis dapat berlangsung.
Fusi: Membran vesikel menyatu sepenuhnya dengan membran sel. Proses fusi ini memerlukan SNARE (protein) dan suplai energi dari ATP.
Pelepasan zat: Setelah fusi, terbentuk pori yang memungkinkan isi vesikel (seperti protein, enzim, limbah, atau neurotransmiter) dilepaskan ke luar sel. Vesikel kemudian dapat ditarik kembali untuk digunakan ulang.
4. Contoh Eksitosis dalam Sel
Mengutip laman Microbe Notes, beberapa contoh eksositosis yang terjadi dalam tubuh manusia antara lain:
Pankreas: Sel-sel kecil di pulau Langerhans menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang disimpan dalam vesikel sekretori, lalu dilepaskan melalui eksositosis saat menerima sinyal.
Sekresi enzim pencernaan: Pankreas juga melepaskan beberapa enzim pencernaan ke usus halus melalui mekanisme eksositosis.
Sistem saraf: Neuron berkomunikasi dengan melepaskan neurotransmiter yang disimpan dalam vesikel sinaptik ke dalam celah sinaptik atau celah antar neuron.
Baca Juga: Fungsi Usus Buntu bagi Kesehatan Tubuh Manusia
(SA)
