Konten dari Pengguna

Apakah Virus Termasuk Makhluk Hidup? Ini Jawabannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi virus. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus. Foto: Unsplash

Status virus yang sering disebut abu-abu kerap menimbulkan pertanyaan, apakah virus termasuk makhluk hidup atau bukan? Secara umum, virus tidak diklasifikasikan sebagai organisme hidup karena tidak mampu menjalankan fungsi biologis secara mandiri. Virus sepenuhnya bergantung pada sel inang untuk bereplikasi maupun melakukan proses metabolisme. Artikel ini menjabarkan beberapa alasan yang mendasari hal tersebut seperti yang dirangkum dari laman Microbe Notes dan Britannica.

Daftar isi

1. Bersifat Non-Seluler

Virus tidak memiliki struktur sel, sehingga tubuhnya tidak dibekali organel sel seperti membran plasma, ribosom, mitokondria, inti sel, dan sitoplasma yang diperlukan untuk proses pertumbuhan.

2. Tidak Dapat Melakukan Metabolisme Sendiri

Virus tidak bisa melakukan metabolisme sendiri, seperti menghasilkan energi atau mensintesis protein secara mandiri. Hal ini karena mereka tidak memiliki ribosom maupun kemampuan untuk membentuk adenosin trifosfat (ATP). Sifat ini semakin memperkuat alasan mengapa virus digolongkan sebagai entitas tak hidup.

3. Tidak Bisa Bereproduksi Sendiri

Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat, baik DNA atau RNA, yang diselubungi kapsid (selubung protein). Materi genetik ini memang bisa diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, tetapi virus tidak bisa bereproduksi tanpa bantuan inang. Untuk berkembang biak, virus memanfaatkan mekanisme sel inang seperti menggunakan ribosom dan asam nukleat inang untuk mereplikasi komponen virus baru.

4. Tidak Bertumbuh

Berbeda dengan organisme hidup, virus tidak mengalami pertumbuhan ukuran maupun kompleksitas. Virus hanya aktif ketika berada di dalam sel inang, sehingga disebut sebagai parasit intraseluler obligat. Di luar inang, virus bisa bertahan sementara waktu tergantung kondisi lingkungan, tetapi perlahan akan rusak ketika kapsidnya melemah.

5. Dapat Dikristalisasi

Hal unik lain dari virus adalah kemampuannya untuk dikristalisasi menjadi struktur padat yang terorganisir menggunakan proses ilmiah tertentu. Fenomena ini semakin menunjukkan bahwa virus memiliki sifat menyerupai benda kimia non-hidup.

6. Cara Virus Berkembang Biak

Dalam buku Virus dan Peranannya: Materi Ajar IPA Biologi Fase E, Kelas X oleh Drs. Akmal, M.Pd., dijelaskan bahwa virus dapat berkembang biak melalui dua siklus, yaitu litik dan lisogenik.

  • Siklus Litik: Terjadi ketika sel inang memiliki ketahanan lemah. Virus melekat pada sel, menyuntikkan asam nukleatnya, lalu memakna sel inang memproduksi komponen virus. Akhir siklus ini sel inang pecah dan melepaskan virus-virus baru.

  • Siklus Lisogenik: Terjadi ketika sel inang memiliki ketahanan tinggi. Dalam siklus ini, asam nukleat virus menyatu dengan materi genetik sel inang tanpa langsung merusaknya. Sel inang tetap bisa memperbanyak diri sambil membawa materi genetik virus. Siklus ini dapat berubah menjadi litik jika kondisi memungkinkan.

Baca Juga: Apakah Kucing Bisa Kentut? Ini Penjelasan Lengkapnya

(SA)