Asal Usul Bahasa Melayu sebagai Cikal Bakal Bahasa Indonesia

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asal usul bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba. Perjalanan ini melalui proses historis yang panjang hingga bahasa Indonesia ditentukan sebagai bahasa nasional. Dalam perkembangnya, bahasa Melayu dulunya memainkan peran penting sebagai bahasa penghubung komunikasi antarwilayah dan antaretnis di Nusantara. Supaya dapat mengetahui informasi selengkapnya, simak uraian di bawah ini seputar sejarah bahasa Melayu.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Asal Usul Bahasa Melayu di Nusantara
Bahasa Melayu termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia, yaitu kelompok bahasa yang wilayah penuturnya meliputi Asia Tenggara hingga Kepulauan Pasifik. Bahasa ini muncul dari cabang Melayu-Polinesia Barat.
Menurut buku Terampil Berbahasa Indonesia karya Ernawati Br. Barus, ragam yang menjadi dasar bagi bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu Riau. Bahasa ini diperkirakan berkembang dari Sumatra bagian timur, lalu menyebar ke berbagai wilayah pesisir Nusantara melalui jalur perdagangan laut.
Penyebaran bahasa Melayu juga tidak terlepas dari peran strategis kerajaan-kerajaan maritim seperti Sriwijaya, Malaka, dan kerajaan-kerasaan Islam di Sumatra dan Kalimantan. Bukti tertulis tertua mengenai penggunaannya dapat ditemukan dalam prasasti Kedukan Bukit (683 M) dan prasasti Talang Tuwo (684 M) yang ditemukan di Palembang.
2. Pengaruh Asing dalam Bahasa Melayu
Menurut buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia karya A. Aisyah dkk, bahasa Melayu berfungsi sebagai lingua franca (bahasa penghubung) sekaligus bahasa perdagangan di kalangan para saudagar. Fungsi tersebut membuat bahasa Melayu terbuka terhadap pengaruh bahasa asing yang datang melalui kontak budaya, perdagangan, agama, dan kolonialisme.
Proses akulturasi ini memperkaya kosakata dan memperluas struktur bahasa Melayu sebagai alat komunikasi. Beberapa bahasa yang berpengaruh besar antara lain sebagai berikut:
Sanskerta: Pengaruh Sanskerta masuk ke Nusantara melalui interaksi dengan budaya India serta penyebaran agama Hindu-Buddha.
Arab: mulai berpengaruh sejak abad ke-13, seiring dengan berkembangnya Islam di Nusantara. Banyak kosakata Arab yang diserab ke bahasa Melayu terutama berkaitan dengan agama Islam, hukum, filsafat, serta administrasi pemerintahan.
Portugis, Belanda, dan Inggris: Muncul sejak abad ke-16 setelah kedatangan bangsa Eropa. Melalui proses kolonialisme dan perdagangan, banyak istilah asing diserap ke dalam bahasa Melayu.
3. Sumpah Pemuda dan Lahirnya Bahasa Indonesia
Masa kolonial menjadi periode penting dalam transformasi bahasa Melayu menuju bahasa Indonesia. Puncaknya terjadi pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, ketika para tokoh pemuda dari berbagai daerah mengikrarkan tekad untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Ikrar ini menjadi tonggak sejarah yang menegaskan posisi bahasa Melayu. Pemilihan bahasa Melayu sebagai dasar bahasa nasional Indonesia didasari oleh sifatnya yang sederhana dari segi morfologi dan fonologi serta telah dikenal luas di seluruh Nusantara.
Berdasarkan buku Pengantar Ilmu Bahasa oleh Nurming Saleh dkk, setelah Sumpah Pemuda, bahasa Indonesia terus dikembangkan. Seiring berjalannya waktu, muncul berbagai pembaruan ejaan mulai dari Ejaan Van Ophuijsen (1901), Ejaan Soewandi (1947), Ejaan Melindo (1959), Ejaan LBK (1966), Ejaan yang Disempurnakan (EYD) (1972), Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) (2015), dan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V (2022-sekarang).
Baca Juga: Tips Membaca Aksara Pallawa untuk Pemula, Ternyata Bisa Dipelajari!
(SA)
