Konten dari Pengguna

Asal Usul Pandai Besi di Nusantara yang Diwariskan Turun-Temurun

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pandai besi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pandai besi. Foto: Unsplash

Keberadaan pandai besi telah menjadi bagian penting dalam perkembangan peradaban manusia. Pandai besi merupakan sebutan bagi pengrajin logam yang terampil membuat berbagai benda tajam untuk kebutuhan pertanian dan rumah tangga. Keahlian ini diwariskan secara turun-temurun sejak beradab-abad yang lalu. Simak ulasan lengkap mengenai asal usul pandai besi di Nusantara di bawah ini.

Daftar isi

1. Sejarah Pandai Besi di Nusantara

Sejarah pandai besi sudah dikenal sejak masa kerajaan di Indonesia. Pada masa itu, para pengrajin logam disebut sebagai pande wesi (pandai besi). Keberadaan mereka tercatat dalam berbagai prasasti kuno, relief candi, dan artefak lainnya. Catatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembuatan barang dari logam sudah berlangsung sejak abad ke-8 Masehi.

Dalam artikel berjudul Mengenal Sejarah Pande Besi Tradisional karya Ari Supriyanto yang diterbitkan dalam Jurnal ISI Surakarta, disebutkan bahwa kelompok pandai besi tercatat dalam prasasti di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Beberapa prasasti tersebut antara lain Prasasti Ayan Teas (890 M), Prasasti Taji (891 M), dan Prasasti Telang (893 M).

Para pandai besi umumnya membentuk kelompok kerja tersendiri yang dipimpin oleh seorang kepala. Tempat kerja ini dikenal sebagai besalen, yaitu lokasi khusus untuk pertukangan logam. Beberapa desa di Jawa Tengah seperti Desa Tanggung dan Kedok disebut-sebut sebagai pusat pandai besi sejak abad ke-8.

2. Pandai Besi sebagai Profesi Penting dalam Masyarakat Tradisional

Pandai besi memegang peranan penting, baik dalam kehidupan masyarakat umum maupun lingkungan kerajaan. Dalam buku Pendekar-pendekar Besi Nusantara: Kajian Antropologi tentang Pandai Besi Tradisional di Indonesia oleh Stanley Ann Dunham, dijelaskan bahwakan dalam suatu tempat kerja pandai besi, terdapat beberapa jenis peran dengan tugas masing-masing:

  • Empu: Kepala perapen sekaligus guru pandai besi. Ia bertanggung jawab mengatur produksi serta menentukan kualitas setiap peralatan yang dibuat.

  • Panjak: Penempa logam atau pemukul palu. Untuk alat kecil biasanya cukup seorang panjak, namun untuk peralatan berukuran besar dibutuhkan dua hingga tiga orang panjak yang bekerja bersamaan.

  • Tukang Ubub: Bertugas mengatur aliran udara ke tungku dengan cara menggerakkan batang ubub secara teratur. Tugas ini dilakukan ketika logam sedang dipanaskan, lalu berhenti ketika panjak mulai menempa.

  • Tukang Kikir/Tukang Asah: Mengikir, dan mengasah bagian pinggir alat agar tajam. Ia juga dapat melakukan pengamplasan dan memoles permukaan logam dengan lapisan pelindung antikarat.

3. Contoh Produk Pandai besi

Ada banyak jenis benda yang dihasilkan oleh para pandai besi, mulai dari alat pertanian hingga senjata tradisional. Berikut beberapa di antaranya:

  • Kapak: Alat berfungsi untuk menebang atau membelah kayu.

  • Keris: Senjata tradisional yang juga sering digunakan sebagai pusaka, hiasan, maupun bagian dari upacara adat.

  • Sabit: Alat pertanian berbentuk bulan sabit dengan gagang panjang, digunakan untuk memanen rumput, padi, atau tanaman lainnya.

  • Tombak: Senjata tradisional jarak jauh yang umum digunakan untuk berburu maupun mempertahankan diri dari serangan musuh.

  • Cangkul: Peralatan pertanian yang digunakan untuk membajak tanah atau menggali lubang.

  • Parang: Alat serbaguna untuk memotong kayu dan keperluan sehari-hari.

  • Pisau: Peralatan dasar yang dipakai untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: Sejarah Penemuan Fosil Pithecanthropus Erectus di Trinil

(SA)