Konten dari Pengguna

Bagaimana Cara Tahu Ukuran Popok Bayi yang Pas? Ini Tipsnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi dan popok. Foto: RaspberryStudio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi dan popok. Foto: RaspberryStudio/Shutterstock

Memilih ukuran popok bayi bukan perkara mudah. Jika ukurannya salah, bayi bisa merasa tidak nyaman, bahkan mengalami iritasi atau kebocoran. Terlebih, setiap merek popok punya panduan yang berbeda, sehingga banyak orang tua bingung menentukan pilihan. Jadi, bagaimana cara memastikan popok bayi sudah pas? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Ukuran Popok Berdasarkan Berat Badan

Menurut laman Pampers, patokan utama memilih popok adalah berat badan bayi, bukan usia. Misalnya:

  • S (Small): 4-8 kg

  • M (Medium): 6-11 kg

  • L (Large): 9-14 kg

  • XL (Extra Large): 12-17 kg

  • XXL (Extra Extra Large): 15-25 kg

Jadi, jangan hanya mengandalkan usia, karena setiap bayi tumbuh dengan kecepatan berbeda. Timbang berat badan bayi secara rutin agar pemilihan popok selalu sesuai.

Kebocoran Jadi Tanda Bahaya

Jika popok sering bocor meski baru diganti, bisa jadi ukurannya tidak pas. Di laman Huggies dijelaskan bahwa popok yang terlalu kecil tidak mampu menampung cairan dengan baik, sedangkan popok yang terlalu besar tidak menempel rapat di paha bayi. Perhatikan kebocoran ini sebagai tanda untuk mengganti ukuran popok.

Pastikan Ada Ruang untuk Bergerak

Popok yang terlalu ketat bisa membuat bayi tidak nyaman dan meninggalkan bekas merah di pinggang atau paha. Mengutip laman Parents, pastikan ada ruang sekitar satu jari di bagian pinggang popok. Tanda ini menunjukkan bahwa popok pas di tubuh bayi, tidak terlalu longgar, dan tidak terlalu ketat.

Popok Khusus Bayi Baru Lahir

Untuk bayi baru lahir, pastikan popok yang dipilih aman untuk kulit sensitif. Disebutkan laman Makuku, sebaiknya pilih popok dengan bahan lembut dan desain khusus di area pusar untuk melindungi tali pusat yang belum lepas. Jadi, bukan hanya ukuran yang perlu diperhatikan, tetapi juga fitur tambahan seperti daya serap dan kelembutan.

Setiap Merek Punya Panduan Berbeda

Setiap merek popok punya panduan ukuran yang tidak selalu sama, meskipun sama-sama menggunakan berat badan sebagai patokan. Oeh karena itu, pastikan selalu membaca tabel ukuran yang tertera di kemasan sebelum membeli. Jangan mengira semua merek punya standar yang seragam.

Tips Memilih Ukuran Popok

Berikut tips praktis agar tidak salah pilih ukuran:

  • Cek kebocoran: Jika popok sering bocor, coba naikkan satu ukuran.

  • Amati tanda bekas: Biasanya, popok terlalu kecil meninggalkan bekas merah di kulit bayi.

  • Cek fleksibilitas: Sisakan ruang satu jari di pinggang bayi.

  • Pantau berat badan: Rutin timbang berat badan bayi agar popok sesuai pertumbuhan.

Kesimpulan

Menentukan ukuran popok yang tepat sebaiknya mengacu pada berat badan bayi, bukan usia. Popok yang pas tidak hanya membuat bayi nyaman, tetapi juga mencegah kebocoran. Perhatikan tanda-tanda seperti bekas merah di kulit, kebocoran, dan kelenturan popok agar tidak salah pilih. Dengan ukuran yang sesuai, si kecil bisa bergerak bebas dan orang tua pun lebih tenang.

Baca Juga: Perbedaan Popok Kain dan Popok Sekali Pakai, Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?