Bunglon Berkembang Biak dengan Cara Apa? Ini Penjelasannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunglon dikenal sebagai hewan yang sangat unik dan ahlinya menyamar. Mereka dapat mengubah warna kulitnya ketika marah, takut, mengalami perubahan cahaya atau suhu, hingga untuk bersembunyi dari predator.
Dikutip dari buku 500++ Fakta Paling Wow di Dunia oleh Mayang Sari, S.Si., perubahan warna bunglon disesuaikan dengan lingkungan sekitar, sehingga mereka sulit terlihat. Keahlian mengubah warna kulit ini dinamakan mimikri.
Selain cara adaptasinya yang unik, bunglon juga memiliki cara berkembang biak yang tak biasa. Jika penasaran bunglon berkembang biak dengan cara apa, simak penjelasannya berikut ini.
1. Sebagian Besar Bunglon Betina Bertelur
Merujuk buku 365 Cerita Anak Indonesia susunan Setiawan G Sasongko, bunglon berkembang biak seperti kebanyakan reptil , yakni dengan cara bertelur. Proses perkembang-biakkan ini disebut ovipar.
Sebagian besar bunglon betina adalah ovipar. Ketika saatnya bertelur, mereka akan menggali tanah dengan kedalaman sekitar 10 cm.
Setelah bertelur di dalam tanah, bunglon akan menutupi liang tersebut sehingga tampak seperti semula. Kelembapan tanah akan membuat telur menetas. Lalu anak bunglon naik ke permukaan tanah dengan sendirinya.
2. Sejumlah Spesies Bunglon Melahirkan
Beberapa jenis spesies bunglon berkembang biak dengan cara melahirkan. Namun, berbeda dengan mamalia, bunglon tetap membentuk telur di dalam tubuhnya terlebih dahulu. Proses ini dinamakan ovovivipar.
Telur-telur itu tetap disimpan di dalam tubuh bunglon betina hingga menetas dengan sendirinya. Setelah itu, telur yang telah menjadi anak akan dilahirkan.
Salah satu spesies bunglon yang terkenal berkembang biak dengan ovovivipar adalah Bunglon Jackson. Seekor Bunglon Jackson betina dapat melahirkan hingga 30 anak. Uniknya lagi, anak-anak tersebut langsung bisa hidup mandiri setelah lahir.
3. Penyebab Cara Berkembang Biak Bunglon Berbeda
Cara berkembang biak yang berbeda di antara bunglon dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Dikutip dari A-Z Animals, bunglon ovipar cenderung hidup di iklim yang lebih hangat, di mana tanahnya ideal untuk mengerami telur.
Bunglon ovipar membutuhkan suhu tanah sekitar 23-28 derajat Celcius untuk menetuskan telur. Jika terlalu panas atau terlalu dingin, telur-telur itu kemungkinan besar akan mati.
Di sisi lain, bunglon ovovivipar biasanya hidup di dataran tinggi yang tanahnya terlalu dingin untuk inkubasi. Jika bunglon bertelur di kondisi seperti ini, telur-telur tersebut akan beresiko membeku.
Karena itu, bunglon di wilayah dingin melahirkan secara langsung. Sebab induknya dapat mengatur suhu tubuhnya melalui berjemur.
4. Tanda-Tanda Bunglon akan Bertelur
Merujuk laman Dragon’s Diet, biasanya bunglon betina akan bertelur setiap 3-6 bulan, tergantung spesiesnya. Berikut ini tanda-tandanya:
Perubahan warna. Bunglon betina akan mengubah warnanya untuk memberi tahu pejantan apakah mereka sedang hamil atau reseptif (menerima untuk dibuahi).
Perubahan nafsu makan. Bunglon biasanya akan mengalami perubahan nafsu makan, bisa jadi makan lebih sedikit ataupun banyak.
Menghabiskan waktu di permukaan tanah. Jika bunglon menghabiskan lebih banyak waktu di permukaan tanah dibandingkan pohon, ini bisa jadi tanda mereka sedang mencari tempat bertelur.
Perut membesar. Ini merupakan indikasi yang jelas bahwa bunglon betina sedang menyimpan telur di dalam perutnya.
Baca Juga: Cara Membedakan Bunglon Jantan dan Betina dari Ciri Fisik dan Perilaku
