Konten dari Pengguna

Cara Kerja Distilasi Air Laut Menjadi Air Tawar agar Aman Dikonsumsi

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
21 November 2025 15:19 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Cara Kerja Distilasi Air Laut Menjadi Air Tawar agar Aman Dikonsumsi
Bagaimana cara kerja distilasi air laut menjadi air tawar? Simak pembahasan dalam artikel ini mengenai tahapan-tahapannya.
Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi distilasi air laut. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi distilasi air laut. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Metode distilasi banyak digunakan untuk menghasilkan air tawar dari air laut yang mengandung garam tinggi. Cara kerja distilasi air laut menjadi air tawar adalah dengan memisahkan garam terlarut beserta kontaminan lain dari air laut melalui proses pemanasan dan pengembunan. Simak uraian selengkapnya di bawah ini untuk mengetahui tahapan kunci untuk memastikan air tawar yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi agar tetap aman dikonsumsi.
ADVERTISEMENT

1. Pengambilan Air Laut

Air laut atau air payau diambil dari sumber alami menggunakan pipa-pipa yang umumnya berada di dasar laut. Air tersebut kemudian dialirkan menuju fasilitas pengolahan untuk diproses lebih lanjut.

2. Pra-Pengolahan Distilasi Air laut

Air laut yang telah diambil melewati tahap penyaringan untuk menghilangkan partikel besar, sedimen, serta kontaminan biologis seperti bakteri dan alga. Langkah ini penting agar peralatan distilasi tidak rusak sehingga proses pemisahan berjalan optimal.

3. Proses Distilasi Air Laut

Distilasi adalah metode pemisahan air laut yang dilakukan dengan memanaskannya hingga menghasilkan uap air. Pada tahap ini, garam dan kontaminan lain tidak ikut menguap sehingga otomatis tertinggal sebagai residu. Uap tersebut kemudian dikondensasikan kembali menjadi air tawar. Mengacu pada laman Organization of American States (OAS), terdapat beberapa metode utama dalam proses distilasi air laut:
ADVERTISEMENT

4. Pasca-Pengolahan Air Distilasi

Tahap berikutnya biasa dilakukan filtrasi ringan atau penyesuaian mineral agar air tawar memiliki kualitas yang sesuai standar konsumsi. Menurut laman Ion Exchange, air hasil distilasi murni perlu diremineralisasi karena tidak mengandung mineral alami seperti kalsium dan magnesium. Mineral-mineral ini perlu ditambahkan kembali untuk memenuhi standar kesehatan dan keamanan air minum.
ADVERTISEMENT

5. Proses Disinfeksi

Untuk memastikan air tawar hasil distilasi benar-benar aman dikonsumsi, tahap disinfeksi perlu dilakukan. Proses ini penting untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme lain yang mungkin masih tersisa setelah penyaringan. Mengacu pada buku Proses Desalinasi Dengan Membran oleh Sri Redjeki, disinfeksi biasanya menggunakan sinar UV atau metode klorinasi. Setelah proses ini selesai, air tawar dialirkan ke tangki penyimpanan sebelum didistribusikan ke rumah-rumah atau fasilitas umum.

5. Pembuangan Air Garam ke Laut

Sisa garam pekat atau brine dikelola dengan hati-hati agar tidak merusak lingkungan. Air garam ini biasanya akan dikembalikan ke laut. Namun sebelum dibuang ke laut, air tersebut diencerkan terlebih dahulu untuk mengurangi risiko mengganggu ekosistem.
ADVERTISEMENT
(SA)