Konten dari Pengguna

Cara Kerja Lantai Keramik Terasa Lebih Dingin dari Kayu Secara Ilmiah

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lantai keramik. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lantai keramik. Foto: Unsplash

Lantai keramik banyak dipilih untuk berbagai area di rumah karena daya tahan yang baik, tampilan estetis, serta perawatan yang relatif mudah. Selain itu, material ini juga dikenal memberikan sensasi lebih dingin saat disentuh dibandingkan jenis lantai lainnya. Kondisi tersebut kerap menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana cara kerja lantai keramik sehingga terasa lebih dingin dari lantai kayu. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.

Daftar isi

1. Memiliki Konduktivitas Termal Tinggi

Lantai keramik memiliki konduktivitas termal yang lebih tinggi dibandingkan kayu. Mengutip laman Henley’s Floor & Home Pros, hal ini berarti keramik mampu menyerap dan mentransfer panas dengan cepat. Ketika kaki menyentuh permukaan keramik, panas dari tubuh akan berpindah lebih cepat ke lantai, sehingga permukaannya terasa lebih dingin.

2. Perpindahan Panas yang Lebih Efektif

Keramik merupakan penghantar panas yang lebih baik dibandingkan kayu atau karpet. Saat kaki menyentuh lantai dan terasa dingin, kondisi tersebut bukan karena suhu keramik lebih rendah, melainkan karena panas dari kaki ditarik lebih cepat oleh permukaan keramik. Proses perpindahan panas inilah yang memunculkan sensasi dingin.

3. Kemampuan Mempertahankan Suhu Lingkungan

Lantai keramik mampu mempertahankan suhu lingkungan sekitarnya. Berdasarkan laman Mike’s Flooring, lantai keramik dapat menyerap udara yang lebih dingin pada malam atau pagi hari, kemudian mempertahankan kesejukan tersebut sepanjang hari. Selain itu, lantai keramik umumnya dipasang di atas lantai dasar beton atau batu, yang secara alami memiliki suhu lebih rendah dibandingkan udara ruangan.

4. Karakteristik Material yang Padat dan Tidak Berpori

Mengacu laman Eddica Ceramic, keramik memiliki permukaan yang padat dan tidak berpori sehingga tidak memerangkap panas. Berbeda dengan karpet yang menahan panas dan menghambat aliran udara, serta lantai kayu yang mempertahankan kehangatan, lantai keramik memungkinkan panas untuk cepat hilang dari permukaannya.

5. Permukaan Lantai Keramik yang Halus

Permukaan keramik yang halus turut meningkatkan aliran udara di sekitar lantai. Sirkulasi udara yang lebih baik di area permukaan ini ikut berkontribusi pada sensasi sejuk yang dirasakan saat lantai disentuh.

6. Tidak Menyimpan Panas dalam Waktu Lama

Lanai keramik tidak menyimpan panas dalam waktu lama. Panas dari sinar matahari atau udara di dalam ruangan akan diserap dan dilepaskan dengan cepat. Berbeda dengan kayu yang cenderung menahan panas, karakteristik ini menjadikan keramik terasa lebih dingin dan cocok digunakan di ruangan yang menerima banyak paparan sinar matahari.

7. Cara Mengatasi Rasa Dingin pada Lantai Keramik

Jika lantai keramik terasa terlalu dingin, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan ruangan, seperti dikutip dari laman Morris Floor & Interior:

  • Menggunakan karpet atau alas lantai dapat memberikan lapisan hangat di bawah kaki.

  • Memasang sistem pemanas radiasi di bawah lantai keramik dapat membantu menjaga permukaan tetap hangat, terutama saat cuaca dingin.

  • Mengatur penggunaan tirai atau gorden. Pada ruangan dengan jendela besar, membuka tirai di siang hari memungkinkan sinar matahari menghangatkan lantai, sementara menutupnya di malam hari membantu mempertahankan kehangatan.

Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Lingkungan Rumah dengan Ventilasi Buruk

(SA)