Konten dari Pengguna

Cara Kerja Proses Penyaringan Alami oleh Tanah agar Aman dari Pencemaran

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyaringan air di tanah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyaringan air di tanah. Foto: Unsplash

Tanah memiliki peran yang sangat penting dalam menyaring air secara alami. Saat air melewati berbagai lapisan tanah, kontaminan akan tertahan atau terurai oleh komponen fisik tanah serta aktivitas mikroorganisme di dalamnya. Cara kerja proses penyaringan alami oleh tanah melibatkan mekanisme fisik, kimia, dan biologis yang saling berkaitan sehingga mampu menjaga kualitas air. Simak penjelasan mengenai proses penyaringan, faktor yang memengaruhinya, serta manfaatnya bagi lingkungan di bawah ini.

Daftar isi

1. Proses Penyaringan Fisik

Penyaringan air di dalam tanah diawali oleh proses fisik yang bekerja layaknya saringan alami. Tanah tersusun atas partikel dengan ukuran dan bentuk yang beragam, seperti pasir, kerikil, tanah liat, dan batuan. Ketika air meresap ke bawah melalui pori-pori tanah, partikel besar seperti sedimen, puing-puing, dan kotoran lainnya akan tertahan di antara celah-celah tersebut. Proses ini memungkinkan tanah menjebak zat berbahaya sambil memungkinkan air bersih tetap dapat melwatinya.

2. Proses Absorpsi Kimia

Selain penyaringan fisik, tanah juga melakukan pemurnian melalui proses kimia. Berdasarkan laman Texas Southern Drilling, mineral yang terkandung di dalam tanah memiliki kemampuan mengikat polutan tertentu, termasuk logam berat dan senyawa kimia berbahaya layaknya spons alami. Di sisi lain, mineral tanah juga dapat melepaskan unsur-unsur bermanfaat seperti kalsium, kalium, dan magnesium yang membantu meningkatkan kualitas air.

3. Proses Biologis dalam Menguraikan Polutan

Proses biologis memegang peran penting dalam penyaringan alami oleh tanah. Menurut Soil Science Society of America (SSSA), mikroorganisme seperti bakteri dan jamur hidup di dalam tanah berperan aktif dalam menguraikan polutan organik. Zat-zat pencemar tersebut diubah menjadi senyawa yang tidak berisiko tinggi bagi lingkungan. Aktivitas mikroorganisme ini membantu menurunkan kadar pencemar secara alami sebelum air mencapai lapisan air tanah.

4. Faktor yang Memengaruhi Penyaringan Air di Tanah

Efektivitas penyaringan alami oleh tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, sebagaimana dijelaskan dalam laman Sustainability Directory berikut.

  • Jenis tanah: Tanah bertekstur kasar seperti pasir dan kerikil memiliki pori-pori besar sehingga air mengalir lebih cepat, namun daya saringnya relatif lebih rendah. Sebaliknya, tanah berbutir halus seperti lempung mampu menyaring lebih efektif, meskipun prosesnya berlangsung lebih lambat.

  • Kedalaman: Air yang berasal dari sumur lebih dalam umumnya telah melewati lebih banyak lapisan tanah, sehingga cenderung menghasilkan air lebih bersih dibanding sumur dangkal.

  • Bahan organik: Tanah yang kaya bahan organik mendukung aktivitas mikroorganisme dengan lebih baik untuk menguraikan polutan.

5. Manfaat Penyaringan Air oleh Tanah

Penyaringan alami oleh tanah berperan besar dalam menjaga kualitas air tanah yang menjadi sumber air bersih bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain melindungi air dari pencemaran, tanah yang sehat juga mendukung keseimbangan ekosistem, membantu pertumbuhan tanaman, mengurangi erosi, dan mengatur aliran air sehingga lingkungan tetap berkelanjutan.

Baca Juga: Cara Kerja Proses Infiltrasi Air ke Dalam Tanah dan Faktor yang Mempengaruhinya

(SA)