Cara Membaca Informasi Nilai Gizi pada Kemasan Makanan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah kesibukan sehari-hari, makanan kemasan sering menjadi pilihan karena praktis dan siap santap. Namun, agar asupan nutrisi tetap seimbang, penting untuk mengecek kandungan gizi pada kemasan. Informasi nilai gizi ini dapat menjadi panduan untuk mengatur pola makan, mengontrol asupan kalori, dan memilih makanan yang lebih sehat. Mengacu pada laman Kemenkes dan Kemenkes RS Sardjito, berikut cara membaca label informasi nilai gizi dengan tepat.
Takaran Saji (Serving Size)
Sebelum melihat nilai gizi, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah takaran saji. Semua informasi gizi pada label menunjukkan kandungan nutrisi untuk satu sajian, bukan satu kemasan utuh.
Beberapa hal penting yang perlu diketahui antara lain:
Jumlah sajian per kemasan: Satu kemasan makanan, baik bungkus, kotak, maupun kaleng, biasanya berisi lebih dari satu sajian. Jumlah sajian per kemasan menunjukkan berapa takaran saji yang ada dalam satu kemasan.
Contoh: Produk keripik kentang yang mencantumkan “4 sajian per kemasan” berarti satu kemasan dapat dibagi menjadi 4 sajian, atau dikonsumsi empat kali dengan tiap frekuensi makan sesuai satu sajian.
Dampak konsumsi: Jika satu bungkus snack dikonsumsi habis, asupan gizi yang diperoleh menjadi 4 kali lipat dari yang tertera pada label. Begitu pula, jika mengonsumsi dua bungkus, jumlah kalori dan gizi akan menjadi 8 kali lipat.
Kalori
Setelah memahami takaran saji, hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kalori. Kalori dalam kemasan menunjukkan jumlah energi yang Anda peroleh dari satu sajian produk tersebut.
Melihat jumlah kalori per sajian dapat menjadi panduan untuk menjaga atau mencapai berat badan sehat. Adapun secara umum, kebutuhan kalori harian rata-rata adalah sekitar 2.000 kkal untuk perempuan dan 2.500 kkal untuk laki-laki, namun angka ini dapat berbeda tergantung usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, dan tingkat aktivitas.
Angka Kecukupan Gizi (AKG)
AKG menunjukkan seberapa besar satu porsi makanan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian, seperti protein, vitamin, dan mineral. Dengan melihat persentase AKG, Anda dapat mengetahui apakah satu porsi makanan sudah cukup untuk kebutuhan nutrisi sehari-hari.
Sebagai contoh, jika pada kemasan minuman sereal tertulis protein 2 gram dengan AKG 3%, berarti satu porsi minuman tersebut hanya memenuhi 3% kebutuhan protein harian Anda.
Kandungan Gizi (Nutrisi)
Label kandungan gizi pada kemasan mencantumkan nutrisi utama, seperti lemak, protein, karbohidrat, gula, garam, vitamin, dan mineral lainnya. Informasi ini membantu Anda memahami nilai gizi setiap porsi makanan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan setiap orang.
Berikut penjelasan beberapa komponen penting yang biasanya tercantum pada label:
Lemak Total (Total Fat): Menunjukkan jumlah lemak per porsi, termasuk lemak jenuh dan trans. Konsumsi berlebih sebaiknya dihindari.
Gula (Sugar): Menunjukkan kadar gula per sajian. Batasi untuk mencegah risiko diabetes dan penyakit lainnya.
Natrium (Sodium): Menunjukkan kandungan garam per sajian. Terlalu banyak natrium dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Baca Juga: Cara Menjaga Pola Makan saat Bepergian atau Makan di Luar Rumah
