Konten dari Pengguna

Cara Membedakan Gempa Dangkal dan Gempa Dalam secara Jelas

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gempa bumi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gempa bumi. Foto: Pexels

Sumber gempa bumi terbagi menjadi dua jenis, yaitu gempa dangkal dan gempa dalam. Cara membedakan gempa dangkal dan gempa dalam dapat dilakukan dengan melihat kedalaman pusat gempa, intensitas guncangan, dampak yang ditimbulkan, hingga potensi bahayanya. Meski sama-sama dapat berasal dari pergerakan lempeng tektonik, keduanya memiliki karakteristik berbeda ketika dirasakan di permukaan. Simak uraian lengkap mengenai perbedaan kedua jenis gempa ini di artikel berikut.

Daftar isi

1. Berdasarkan Kedalaman Pusat Gempa

Menurut laman U.S. Geological Survey, gempa dangkal dan gempa dalam dapat dibedakan berdasarkan letak hiposentrumnya atau pusat kedalaman gempanya.

  • Gempa bumi dangkal: Hiposentrumnya berada kurang dari 70 km dari permukaan bumi. Sebagian besar gempa yang terjadi di bumi berasal dari gempa dangkal.

  • Gempa bumi dalam: Hiposentrumnya berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi.

2. Intensitas Guncangan di Permukaan Bumi

Perbedaan lain dapat dilihat dari kuat lemahnya guncangan yang dirasakan di permukaan bumi. Hal ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kedalaman gempa pada jarak tertentu. Berdasarkan buku berjudul Ensiklopedia Fenomena Alam Seri I oleh Tjahjono Tri, perbedaannya sebagai berikut.

  • Gempa bumi dangkal: Biasanya terjadi di zona patahan atau pertemuan lempeng tektonik. Magnitudonya bisa kecil hingga besar. Bahkan, meskipun magnitudonya tidak selalu besar, energi yang dilepaskan bisa menimbulkan getaran sangat kuat di permukaan bumi.

  • Gempa bumi dalam: Terjadi di daerah-daerah yang dekat dengan batas antara lempeng tektonik. Walaupun magnitudo bisa tinggi, guncangan yang dirasakan di permukaan cenderung lebih lemah. Hal ini karena energi gempa sudah banyak berkurang sebelum mencapai permukaan.

3. Dampak yang Ditimbulkan

Dampak gempa sangat dipengaruhi oleh kedalaman pusatnya. Gempa dangkal umumnya cenderung lebih merusak daripada gempa yang lebih dalam.

  • Gempa bumi dangkal: Dapat merusak bangunan, jembatan, serta infrastruktur lain. Di daerah pantai, gempa dangkal bahkan berpotensi memicu bencana tsunami.

  • Gempa bumi dalam: Umumnya gempa bumi ini tidak menyebabkan banyak kerusakan karena fokus gempa terletak di kedalaman yang sangat dalam dan energi gempa bumi tersebar di area yang luas.

4. Potensi Bahaya Gempa

Dari sisi bahaya, keduanya memiliki tingkat risiko yang berbeda. Memahami potensi bahaya gempa dangkal dan dalam dapat membantu melakukan mitigasi bencana yang tepat.

  • Gempa bumi dangkal: Termasuk paling berbahaya karena berpotensi merusak secara langsung. Oleh karena itu, mitigasi bencana sangat penting dilakukan di wilayah rawan gempa dangkal untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan measyarakat.

  • Gempa bumi dalam: Tidak terlalu berbahaya bagi infrastruktur, tetapi bisa menimbulkan rasa panik karena cakupan getarannya luas.

Baca Juga: Cara Terbentuknya Salju di Daerah Subtropis secara Lengkap

(SA)