Cara Membedakan Hipotesis dan Teori Ilmiah dalam Penelitian

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam penyusunan karya ilmiah, peneliti membutuhkan teori sebagai acuan untuk merumuskan hipotesis yang akan diuji melalui penelitian. Namun, tak sedikit yang masih bingung perihal cara membedakan hipotesis dan teori ilmiah. Artikel ini akan menguraikan lebih lengkap mengenai perbedaan utama antara hipotesis dan teori ilmiah berdasarkan laman Understanding Science dan Britannica.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Perbedaan Pengertian
Langkah pertama untuk memahami perbedaan keduanya adalah dengan mengetahui definisi hipotesis dan teori ilmiah.
2. Perbedaan Tujuan
Selain dari pengertian, perbedaan juga terlihat jelas dari tujuan masing-masing.
Hipotesis bertujuan memberikan prediksi sementara yang dapat diuji kebenarannya. Ia berfungsi sebagai dasar untuk penelitian atau eksperimen lebih lanjut.
Teori ilmiah bertujuan menjelaskan fenomena yang sudah divalidasi melalui observasi dan eksperimen.
2. Perbedaan Status bukti
Perbedaan berikutnya terletak pada seberapa kuat dukungan bukti yang dimiliki.
Hipotesis biasanya berasal dari data yang terbatas dari pengalaman sebelumnya, pengetahuan ilmiah, observasi awal, dan logika yang relevan. Belum ada fakta empiris yang kuat mendukungnya hingga dilakukan penelitian lebih lanjut.
Teori ilmiah didukung oleh data ekstensif yang telah dikumpulkan melalui banyak penelitian dan eksperimen.
3. Perbedaan Ketahanan
Dari segi ketahanan terhadap pengujian, keduanya juga memiliki perbedaan mendasar.
Hipotesis bersifat mudah gugur. Hasil penelitian dapat membuktikan hipotesis benar atau salah, sehingga statusnya tidak pasti.
Teori ilmiah jauh lebih tahan uji. Ia telah terbukti dan teruji secara ilmiah. Para ilmuwan menerima teori tersebut secara luas sebagai kebenaran.
4. Perbedaan Cakupan
Jika dilihat dari lingkup pembahasan, cakupan hipotesis dan teori tidaklah sama. Berikut penjelasannya keduanya.
Hipotesis cakupannya spesifik dan digunakan sebagai alat utama untuk pengumpulan data.
Teori ilmiah : Cakupannya bersifat luas dan mengintegrasikan data dari berbagai eksplorasi ilmiah untuk membentuk penjelasan umum untuk berbagai fenomena.
5. Perbedaan Contoh dalam Penelitian
Berikut perbedaan contoh yang membantu memahami perbedaan antara hipotesis dengan teori ilmiah yang sudah teruji.
Hipotesis: Pada penelitian biologi, jika menyiram tanaman setiap hari, maka tanaman tersebut akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tanaman yang hanya disiram seminggu sekali. Hipotesis ini menjelaskan hubungan sebab akibat antara penyiraman, frekuensi, dan pertumbuhan tanaman.
Teori ilmiah: Teori Relativitas Umum oleh Albert Einstein, Teori Evolusi melalui seleksi alam oleh Charles Darwin, atau Teori Heliocentris oleh Nicolaus Copernicus.
Baca Juga: Tips Membuat Indikator pH Alami dari Kol Ungu di Rumah
(SA)
