Konten dari Pengguna

Tips Membuat Indikator pH Alami dari Kol Ungu di Rumah

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kol ungu. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kol ungu. Foto: Unsplash

Kol ungu ternyata bisa dimanfaatkan sebagai indikator pH alami yang mudah dibuat. Warna ungu tersebut berasal dari pigmen antosianin yang peka terhadap perubahan tingkat pH. Jika tertarik mencobanya, ada beberapa tips membuat indikator pH alami dari kol ungu di rumah yang bisa dilakukan dengan bahan dapur sehari-hari. Melalui percobaan ini, nantinya akan mengetahui apakah suatu larutan bersifat asam, netral, atau basa.

Daftar isi

1. Siapkan Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Sebelum memulai eskperimen sains ini, pastikan semua alat dan bahan sudah tersedia. Mengutip laman Instrument Choice, berikut daftar yang perlu dipersiapkan:

  • Kol ungu (sekitar 2 cangkir, cincang kecil)

  • Pisau

  • Air secukupnya

  • Panci dan kompor

  • Kertas saring

  • Gelas bening untuk uji larutan

  • Pemutih

  • Susu

  • Amonia

  • Sampo pH netral

  • Baking soda (sodium bikarbonat)

  • Cuka (asam asetat)

  • Air lemon (asam sitrat)

2. Cara Membuat Indikator Kol Ungu

Ikuti langkah sederhana berikut untuk menghasilkan larutan indikator:

  • Potong kol ungu menjadi bagian kecil.

  • Masukkan potongan kol ke dalam panci, lalu tambahkan air hingga menutupi kol.

  • Rebus hingga air berubah warna menjadi ungu tua.

  • Angkat, lalu saring air rebusan. Cairan yang tersisa inilah yang akan menjadi indikator pH.

  • Biarkan larutan dingin sebelum digunakan.

3. Uji Berbagai Larutan Rumah Tangga

Setelah indikator siap, lakukan pengujian dengan beberapa larutan rumah tangga.

  • Tuangkan sekitar 50-100 ml indikator kol ungu ke dalam masing-masing gelas kecil.

  • Tambahkan larutan uji, misalnya cuka, lemon, sampo netral, atau pemutih.

  • Aduk perlahan dan amati perubahan warna.

  • Bandingkan hasilnya dengan rentang perubahan warna pH.

  • Bisa juga membuat strip kertas pH dengan merendam kertas saring dalam larutan kol ungu pekat, lalu mengeringkannya dan memotongnya menjadi strip kecil.

  • Untuk menguji sampel, cukup teteskan cairan pada strip tersebut dan amati perubahan warnanya.

4. Gambaran Warna yang Dihasilkan

Mengutip laman ThoughtCo, berikut gambaran umum perubahan warna indikator kol ungu:

  • Asam kuat (pH 0–3): merah atau pink

  • Asam lemah (pH 4–5): ungu kemerahan

  • Netral (pH 6–9): ungu kebiruan atau biru

  • Basa lemah (pH 10–11): biru kehijauan

  • Basa kuat (pH 12–14): hijau kekuningan

5. Hasil Eksperimen

Dari percobaan ini terlihat bahwa pigmen antosianin pada kol ungu dapat berfungsi efektif sebagai indikator pH.

  • Larutan asam, seperti air lemon, berubah menjadi pink atau merah.

  • Larutan basa, misalnya pemutih, berubah menjadi hijau atau kuning.

  • Larutan netral, seperti sampo pH seimbang, tetap berwarna ungu.

6. Penjelasan Ilmiah di Balik Eksperimen

Kol ungu mengandung pigmen antosianin, yaitu molekul larut air yang sangat peka terhadap perubahan pH. Struktur kimia antosianin akan mengalami perubahan ketika berada dalam larutan dengan tingkat keasaman berbeda. Itulah sebabnya warna larutan bisa tampak merah, ungu, biru, hingga kuning, sesuai dengan kondisi pH larutan yang diuji.

Baca Juga: Cara Membuat Eksperimen Hujan Buatan Mini di Rumah

(SA)