Tips Membuat Indikator pH Alami dari Kol Ungu di Rumah

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kol ungu ternyata bisa dimanfaatkan sebagai indikator pH alami yang mudah dibuat. Warna ungu tersebut berasal dari pigmen antosianin yang peka terhadap perubahan tingkat pH. Jika tertarik mencobanya, ada beberapa tips membuat indikator pH alami dari kol ungu di rumah yang bisa dilakukan dengan bahan dapur sehari-hari. Melalui percobaan ini, nantinya akan mengetahui apakah suatu larutan bersifat asam, netral, atau basa.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Siapkan Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Sebelum memulai eskperimen sains ini, pastikan semua alat dan bahan sudah tersedia. Mengutip laman Instrument Choice, berikut daftar yang perlu dipersiapkan:
Kol ungu (sekitar 2 cangkir, cincang kecil)
Pisau
Air secukupnya
Panci dan kompor
Kertas saring
Gelas bening untuk uji larutan
Pemutih
Susu
Amonia
Sampo pH netral
Baking soda (sodium bikarbonat)
Cuka (asam asetat)
Air lemon (asam sitrat)
2. Cara Membuat Indikator Kol Ungu
Ikuti langkah sederhana berikut untuk menghasilkan larutan indikator:
Potong kol ungu menjadi bagian kecil.
Masukkan potongan kol ke dalam panci, lalu tambahkan air hingga menutupi kol.
Rebus hingga air berubah warna menjadi ungu tua.
Angkat, lalu saring air rebusan. Cairan yang tersisa inilah yang akan menjadi indikator pH.
Biarkan larutan dingin sebelum digunakan.
3. Uji Berbagai Larutan Rumah Tangga
Setelah indikator siap, lakukan pengujian dengan beberapa larutan rumah tangga.
Tuangkan sekitar 50-100 ml indikator kol ungu ke dalam masing-masing gelas kecil.
Tambahkan larutan uji, misalnya cuka, lemon, sampo netral, atau pemutih.
Aduk perlahan dan amati perubahan warna.
Bandingkan hasilnya dengan rentang perubahan warna pH.
Bisa juga membuat strip kertas pH dengan merendam kertas saring dalam larutan kol ungu pekat, lalu mengeringkannya dan memotongnya menjadi strip kecil.
Untuk menguji sampel, cukup teteskan cairan pada strip tersebut dan amati perubahan warnanya.
4. Gambaran Warna yang Dihasilkan
Mengutip laman ThoughtCo, berikut gambaran umum perubahan warna indikator kol ungu:
Asam kuat (pH 0–3): merah atau pink
Asam lemah (pH 4–5): ungu kemerahan
Netral (pH 6–9): ungu kebiruan atau biru
Basa lemah (pH 10–11): biru kehijauan
Basa kuat (pH 12–14): hijau kekuningan
5. Hasil Eksperimen
Dari percobaan ini terlihat bahwa pigmen antosianin pada kol ungu dapat berfungsi efektif sebagai indikator pH.
Larutan asam, seperti air lemon, berubah menjadi pink atau merah.
Larutan basa, misalnya pemutih, berubah menjadi hijau atau kuning.
Larutan netral, seperti sampo pH seimbang, tetap berwarna ungu.
6. Penjelasan Ilmiah di Balik Eksperimen
Kol ungu mengandung pigmen antosianin, yaitu molekul larut air yang sangat peka terhadap perubahan pH. Struktur kimia antosianin akan mengalami perubahan ketika berada dalam larutan dengan tingkat keasaman berbeda. Itulah sebabnya warna larutan bisa tampak merah, ungu, biru, hingga kuning, sesuai dengan kondisi pH larutan yang diuji.
Baca Juga: Cara Membuat Eksperimen Hujan Buatan Mini di Rumah
(SA)
